Bak Dumptruck DLH Kota Banjar Rusak dan Bocor, Warga Jajawar Keluhkan Sampah Berceceran. Foto/Hermanto.Pasundannews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Warga Desa Jajawar, Kecamatan Banjar mengeluhkan kondisi kendaraan operasional pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar.

Pasalnya, sejumlah dumptruck yang melintas di jalan lingkungan desa tersebut diketahui mengalami kerusakan parah pada bagian bak sehingga sampah berceceran di jalan.

Salah seorang warga Jajawar, Martin mengatakan sampah sering berjatuhan saat truk pengangkut melintas menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, kondisi bak dumptruck yang bocor sangat mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan warga.

“Truk pengangkut sampah, saat melintas di jalan lingkungan sampah yang diangkut pada berceceran karena bak nya (kontainer) pada bocor,” ujar Martin, Rabu (14/1/2026).

Ia mengaku miris dan prihatin melihat kondisi armada pengangkut sampah tersebut. Sampah yang seharusnya langsung dibawa ke TPA Cibeureum justru tercecer di sepanjang jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.

Kondisi itu membuat warga merasa terganggu dan khawatir kejadian serupa terus terulang. Warga pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap bak dumptruck yang rusak agar tidak merugikan masyarakat.

Baca Juga :Kejari Banjar Kembangkan Kasus Korupsi Tunjangan DPRD, Enam Saksi Mulai Diperiksa

“Minimal diperbaiki itu yang bocor, supaya sampah yang diangkut tidak berceceran lagi di jalan,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, mengungkapkan jumlah dumptruck pengangkut sampah yang dimiliki DLH saat ini sebanyak 46 unit dengan kondisi yang bervariasi.

“Dumptruck yang kondisinya baik ada 22 unit, rusak ringan ada 15 unit dan rusak berat ada 8 unit,” jelas Asep, Kamis (15/1/2026) di ruang kerjanya.

Ia mengakui, meningkatnya produksi sampah tidak diimbangi dengan penambahan armada pengangkut. Selain itu, kerusakan bak dumptruck disebabkan oleh zat-zat tertentu yang memicu korosi sehingga kendaraan cepat mengalami keropos.

Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama DLH dalam melakukan perbaikan armada yang rusak berat. Meski demikian, pihaknya mengaku tengah berkomunikasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi alternatif.

“Solusinya, kami sedang komunikasi dengan instansi terkait untuk menyediakan bak sampah sendiri. Karena bagaimana pun, masalah sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi semuanya harus terlibat,” tuturnya.

Asep juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dengan memilah sampah dari rumah. Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS maupun TPA.

“Mari kita pilah sampah dari rumah, mana sampah organik dan anorganik agar bisa dijadikan kompos atau kerajinan yang bernilai ekonomis,” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)