BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya mengawali tahun 2026 dengan menggelar Talkshow Refleksi dan Resolusi bertema “Membangun Optimisme Daerah Melalui Jurnalisme Positif” yang berlangsung di Hollow Cafe, Kabupaten Ciamis, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi yang mempertemukan unsur Pemerintah Kabupaten Ciamis, insan pers, serta kalangan akademisi guna memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi yang berkontribusi konstruktif terhadap pembangunan daerah.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat, yang hadir mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.
Dalam sambutannya, Enda menyampaikan apresiasi atas konsistensi IJTI Galuh Raya dalam menghadirkan ruang dialog kolaboratif antara media dan pemerintah.
Enda memaparkan bahwa capaian pembangunan Kabupaten Ciamis menunjukkan tren yang positif.
Berdasarkan data makro, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Ciamis tercatat mencapai Rp43,24 triliun dengan PDRB per kapita Rp34,34 juta.
Pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,97 persen, sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 7,19 persen.
Selain itu, Indeks Gini berada pada angka 0,326 atau terendah di Jawa Barat. Dari sisi kualitas hidup, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 74,33, serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 72,51 yang tertinggi di tingkat provinsi.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mampu membangun optimisme masyarakat,” ujar Enda.
Talkshow ini menghadirkan Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman serta akademisi Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Hendra Sukarman, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Andang menegaskan bahwa jurnalisme positif bukan berarti menutup-nutupi persoalan, melainkan menyajikan informasi secara kritis, etis, dan berorientasi pada solusi.
Baca Juga :Cigembor Perluas Lahan Padi Organik, Libatkan Petani Wujudkan Pertanian Berkelanjutan
“Jurnalisme positif adalah kritik yang disampaikan secara bijaksana, bukan provokatif. Pers tetap menjalankan fungsi kontrol, namun dikemas secara bertanggung jawab demi kepentingan publik,” tegas Andang.
Sementara itu, Akademisi Universitas Galuh Ciamis, Hendra Sukarman menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap IJTI Galuh Raya.
Ia menilai refleksi di awal tahun penting sebagai momentum evaluasi kinerja organisasi dan karya jurnalistik sepanjang 2025, sekaligus merumuskan arah dan peta jalan IJTI ke depan.
Terkait jurnalisme positif, Hendra menekankan pentingnya ideologi yang jelas dalam praktik jurnalistik.
Baca Juga :Tempuh Jalur Konstitusional, Erwin Gugat Penetapan Tersangka melalui Praperadilan
Menurutnya, wartawan harus tetap menjaga idealisme profesi dengan tidak menafikan kebenaran dan tidak kehilangan daya kritis.
“Jurnalisme harus tetap kritis namun etis. Idealisme wartawan tidak boleh hilang, meskipun mengusung konsep jurnalisme positif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IJTI Korda Galuh Raya, Yosep Trisna, menegaskan komitmen media untuk terus menjadi mitra kritis pemerintah daerah.
Menurutnya, jurnalisme saat ini tidak hanya dituntut mengungkap persoalan, tetapi juga menghadirkan narasi solusi dan harapan.
“Kami menjalankan fungsi kontrol sosial secara berimbang. Kritik harus tetap ada, namun disertai manfaat dan solusi bagi masyarakat,” pungkas Yosep. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)




















































