BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kawanan monyet liar mulai memasuki lingkungan SMPN 4 Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Satwa yang berasal dari kawasan hutan tersebut bahkan kerap mengambil makanan hingga mengacak-acak wadah bekas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau panjang yang diduga menyebabkan berkurangnya ketersediaan pakan alami di kawasan perbukitan sekitar Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa.
Kepala SMPN 4 Rajadesa, Aang, mengatakan kemunculan monyet di lingkungan sekolah semakin sering terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, kawanan satwa tersebut tidak hanya berkeliaran di halaman sekolah, tetapi juga masuk ke ruangan untuk mencari makanan.
“Kalau ruangan lengah dan pintu tidak ditutup, makanan yang ada di atas meja langsung diambil. Bahkan wadah bekas ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut diacak-acak kalau masih ada sisa makanan di dalamnya. Kekhawatiran kami, wadah makanannya ikut terbawa,” ujar Aang, Selasa (13/10/2026).
Meski belum dilaporkan adanya siswa maupun tenaga pendidik yang mengalami serangan, keberadaan monyet liar tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekolah.
Pihak sekolah kini harus lebih memperhatikan kondisi ruangan agar tidak menjadi sasaran kawanan monyet yang mencari makanan.
Baca Juga :PAN Temui Bupati Herdiat di Pendopo Ciamis, Dorong Asep Rahmat Jadi Calon Wakil Bupati
Sementara itu, gangguan serupa juga dialami masyarakat Dusun Citapen Pasir, Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (13/10/2026), sejumlah monyet terlihat berkeliaran di sekitar rumah penduduk, termasuk memanjat atap bangunan dan memasuki pekarangan.
Satwa liar tersebut juga memakan berbagai tanaman milik warga, mulai dari pepaya, pisang hingga terong yang ditanam di sekitar rumah.
Wilayah Citapen Pasir yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Kuningan memang berdekatan dengan area perbukitan yang menjadi habitat satwa liar.
Kemarau berkepanjangan diduga menjadi salah satu penyebab kawanan monyet semakin sering turun dari habitatnya untuk mencari sumber makanan alternatif.
Baca Juga : Demokrat Jabar Dorong Anjar Asmara Jadi Wakil Bupati Ciamis, Minta Koalisi Musyawarah
Akibatnya, keberadaan monyet tidak lagi terbatas di lahan perkebunan, tetapi telah menjangkau permukiman penduduk dan fasilitas pendidikan.
Warga mengaku resah karena kemunculan satwa tersebut semakin sering terjadi dan berpotensi menimbulkan kerusakan tanaman maupun gangguan keamanan.
Masyarakat bersama pihak SMPN 4 Rajadesa berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta instansi terkait segera melakukan penanganan.
Langkah antisipasi dinilai diperlukan untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa liar semakin meluas, terutama di kawasan permukiman dan sekolah.
Penanganan juga diharapkan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat serta kelestarian satwa di habitat alaminya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































