Ketua TP PKK Kota Banjar, Hj Hetti Sudarsono (menggendong bayi) saat melakukan kunjungan ke rumah Rini Marini. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Ketua TP PKK Kota Banjar, Hj. Hetti Sudarsono, mengunjungi Rini Marini (40), warga Dusun Karangpucung Wetan, RT 11 RW 03, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Senin (12/10/2026).

Diketahui, Rini sebelumnya menjadi sorotan publik karena dirinya diduga ditolak oleh tenaga medis di salah satu rumah rumah skit swasta setempat saat pecah ketuban dan tekanan darah tinggi ketika mengandung bayi kembar.

Dalam kunjungan tersebut, Hetti menyampaikan keprihatinannya atas pengalaman yang dialami Rini. Ia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian bersama dan tidak kembali terjadi pada pasien lain yang membutuhkan penanganan medis.

“Saya turut prihatin atas kejadian yang dialami Ibu Rini. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ujarnya.

Suasana haru mewarnai pertemuan tersebut ketika Hetti memeluk Rini dan menyampaikan doa bagi keluarga serta kedua bayi laki-laki kembarnya.

Ia berharap kedua bayi tersebut tumbuh sehat dan keluarga Rini senantiasa diberikan kekuatan serta dilimpahkan rezeki. Hetti juga menyerahkan bingkisan dan bantuan uang tunai kepada Rini.

Baca Juga :Jabar Bergerak Kota Banjar Siapkan Bedah Rumah Unus, Targetkan Rampung 30 Hari

Kunjungan rombongan TP PKK Kota Banjar itu turut didampingi Ketua BPD Desa Jajawar, Bhira Tawado, serta jajaran Dinas Kesehatan Kota Banjar.

Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kondisi Rini sekaligus pentingnya pelayanan kesehatan yang mengutamakan kebutuhan pasien.

Rini menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepadanya. Ia berharap pengalaman yang dialaminya tidak hanya menjadi perhatian sesaat, tetapi juga bahan evaluasi bagi penyelenggara pelayanan kesehatan.

“Saya berharap kejadian yang saya alami ini bisa menjadi pembelajaran, bukan hanya bagi rumah sakit yang bersangkutan, tetapi juga bagi rumah sakit lain di Indonesia,” katanya.

Menurut Rini, kualitas pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab yang perlu menjadi perhatian bersama. Ia berharap setiap pasien, khususnya ibu hamil yang membutuhkan penanganan medis, memperoleh pelayanan sesuai kondisi kesehatan, kebutuhan medis, serta prosedur yang berlaku.

Baginya, pengalaman tersebut seharusnya menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengalami persoalan serupa ketika mencari pertolongan medis.

Rini juga menegaskan bahwa harapannya bukan semata-mata ditujukan kepada rumah sakit yang menjadi sorotan dalam kasusnya. Ia ingin seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan introspeksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Saya tidak bermaksud memperkeruh persoalan. Saya hanya berharap ini menjadi pembelajaran bersama agar pelayanan kepada pasien bisa lebih baik dan kejadian serupa tidak dialami orang lain,” ungkapnya. (Hermanto/PasundanNews.com)