BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Kerja-kerja pengawasan Pemilu yang melibatkan masyarakat membawa Bawaslu Kota Banjar meraih penghargaan Juara 1 Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif se-Jawa Barat dari Bawaslu Provinsi Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan, Pengawasan Partisipatif, dan Hubungan Antar Lembaga bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang berlangsung di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung, Selasa (6/10/2026).
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas pelaksanaan program pendidikan pengawasan partisipatif yang telah dijalankan Bawaslu Kota Banjar.
Anggota Bawaslu Kota Banjar, Wahidan, menyebut penghargaan tersebut bukan sekadar capaian kelembagaan, tetapi juga menjadi pemacu bagi jajaran Bawaslu Banjar untuk semakin aktif menjalankan program pengawasan di tengah masyarakat, termasuk pada masa non-tahapan Pemilu.
“Penghargaan ini sebagai motivasi tambahan untuk jajaran kita di Bawaslu Banjar agar kerja-kerja kelembagaan di masa non-tahapan ini semakin masif dan berdampak,” terang Wahidan melalui sambungan seluler.
Baca Juga :Residivis Spesialis Rumah Kosong Dibekuk Satreskrim Polres Banjar
Menurut Wahidan, pengawasan Pemilu tidak hanya mengandalkan jajaran penyelenggara. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pengawasan yang lebih luas. Karena itu, Bawaslu Kota Banjar terus menyasar berbagai kelompok melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi kepemiluan.
Kelompok pemuda, komunitas, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa hingga berbagai elemen masyarakat lainnya menjadi bagian dari sasaran pendidikan pengawasan partisipatif.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong masyarakat tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga ikut menjaga kualitas dan integritas penyelenggaraan Pemilu.
“Bawaslu di Banjar akan terus berikhtiar agar pelaksanaan Pemilu 2029 semakin berkualitas, dengan berbagai program yang sudah kami susun,” imbuhnya.
Wahidan menegaskan, penghargaan tersebut justru menjadi tantangan untuk tidak berhenti pada capaian seremonial. Pendidikan pengawasan partisipatif akan terus dikembangkan melalui inovasi dan kolaborasi dengan berbagai lembaga serta kelompok masyarakat.
“Pendidikan pengawasan partisipatif adalah salah satu prasyarat untuk mewujudkan Pemilu mendatang yang jujur dan adil. Kami akan terus bergerak,” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































