BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama DPRD dan Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam menggelar kegiatan penguatan ukhuwah serta pemantauan ibadah harian bertajuk ‘Pesantren Ampuh’.

Acara yang berlangsung selama dua hari di lingkungan Pesantren Darussalam ini ditujukan bagi para tokoh masyarakat dan sesepuh daerah.

Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyampaikan pentingnya merawat tali silaturahmi secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Silaturahmi itu mudah diucapkan, tetapi butuh komitmen untuk diimplementasikan. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk menggali, melengkapi, dan menyempurnakan pemahaman keagamaan yang sudah kita miliki,” ujar Andang, Jumat (4/9/2026).

Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada penyempurnaan praktik ibadah harian seperti wudu dan salat, serta pendalaman ilmu tauhid.

Baca Juga :Sengketa Pemberhentian Kades Cicapar Berakhir, Pemkab Ciamis Siapkan Proses PAW

Fokus utama dalam kegiatan ini adalah menyempurnakan ibadah yang biasa dilakukan sehari-hari. Mulai dari rukun wudu, bacaan salat, hingga gerakan sujud agar lebih tumakninah.

“Selain itu, kita juga mengingat kembali pelajaran tauhid (Sifat 50) untuk memperkuat pemaknaan kita terhadap keagungan Allah SWT,” ungkap Nanang.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.Ag., menyambut positif inisiatif tersebut.

Ia menekankan bahwa ruang belajar keagamaan terbuka bagi siapa saja tanpa memandang usia atau jabatan.

Menurutnya, tidak ada kata pensiun dalam belajar dan beribadah. Kegiatan ini bukan untuk mengajari, melainkan wadah silaturahim dan tauhidullah untuk saling mengingatkan.

“Melalui pendalaman filosofi gerakan dan bacaan salat, kita berharap dapat bertahap menuju kualitas ibadah yang lebih khusyuk,” tutur sosok yang akrab disapa Ang Incep tersebut.

Selain pembekalan materi keagamaan dan filosofi salat, rangkaian kegiatan “Pesantren Ampuh” juga dilengkapi dengan latihan seni bela diri riadah.

Untuk menjaga kelancaran acara, seluruh peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki area asrama . (Pepi Irwan/PasundanNews.com)