BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Turnamen sepak bola pelajar Tut Wuri Handayani Cup (TWHC) Ciamis kembali bergulir.

Memasuki penyelenggaraan ke-20, kompetisi yang menjadi salah satu ruang pembinaan sepak bola usia pelajar di Kabupaten Ciamis itu akan resmi dimulai pada Senin (31/8/2026) pukul 15.00 WIB di Lapangan Jipur, Ciamis.

Puluhan tim dari jenjang SMP hingga SMA/SMK dipastikan ambil bagian dalam kompetisi tahun ini. Tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa minat pelajar terhadap sepak bola di Ciamis masih cukup kuat.

Ketua Panitia TWHC sekaligus Ketua Forum Pemuda Galuh (FPG) Ciamis, Adang “Ija” Sudrajat, mengungkapkan jumlah peserta tersebut saat memimpin technical meeting di Ciamis, Kamis (27/8/2026).

Untuk kategori putra, tercatat 32 tim SMA/SMK dan 48 tim SMP yang akan bertanding. Sedangkan kategori putri diikuti enam tim SMP serta empat tim SMA.

Memasuki usia dua dekade, TWHC tidak hanya mempertahankan eksistensinya sebagai kompetisi antarpelajar. Turnamen ini juga menjadi bagian dari proses pencarian dan pengembangan talenta muda.

Sejumlah pemain yang pernah tampil dalam ajang tersebut bahkan disebut berhasil melanjutkan karier ke klub lokal, termasuk PSGC Ciamis, hingga berkiprah di level yang lebih tinggi.

Baca Juga :Kekeringan Meluas, Pemkab Ciamis Perkuat Distribusi Air Bersih bersama PDAM dan Tim Gabungan

Namun, di tengah keberlangsungan turnamen yang telah berjalan selama 20 tahun, panitia masih berharap adanya penguatan dari pemerintah dan instansi pendidikan.

Salah satu persoalan yang dinilai penting adalah status sertifikat prestasi yang diperoleh para peserta.

Panitia mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat agar memberikan pengakuan terhadap sertifikat juara maupun prestasi yang diraih dalam TWHC.

Pengakuan tersebut dinilai dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pelajar, terutama ketika mereka menggunakan prestasi olahraga sebagai salah satu pertimbangan dalam melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi atau skema penerimaan yang relevan.

Selain persoalan sertifikat, panitia juga berharap pemerintah daerah memberikan dukungan yang lebih nyata terhadap penyelenggaraan turnamen.

Selama ini, TWHC disebut mampu bertahan selama dua dekade dengan mengandalkan upaya swadaya penyelenggara.

Adang mengatakan keberlangsungan kompetisi secara mandiri menunjukkan adanya komitmen kuat dari masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga pelajar di Ciamis.

Karena itu, perhatian pemerintah dinilai dibutuhkan agar penyelenggaraan kejuaraan dapat semakin berkembang.

Baca Juga :Ketua DPRD Ciamis Ajak Bobotoh Penuhi Stadion Galuh, Beri Energi untuk PSGC di Liga 2

“TWHC telah menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat dan bakat sekaligus belajar tentang disiplin serta sportivitas. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian secara berkelanjutan supaya pembinaan dan regenerasi atlet pelajar di Ciamis dapat terus berjalan,” ujar Adang.

Menurutnya, dukungan tersebut tidak semata-mata berbentuk bantuan pembiayaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui fasilitasi sarana olahraga, pembinaan, serta kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi prestasi pelajar.

Dengan memasuki edisi ke-20, TWHC diharapkan mampu mempertahankan tradisinya sebagai kompetisi sepak bola pelajar sekaligus berkembang menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet muda yang lebih terarah di Kabupaten Ciamis.

“Panitia berharap momentum dua dekade penyelenggaraan menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi antara penyelenggara, pemerintah, dunia pendidikan, klub sepak bola, dan masyarakat dalam melahirkan generasi pesepak bola Ciamis yang berprestasi,” pungkas Adang.(Pepi Irawan/PasundanNews.com)