BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, mendorong adanya kepastian aturan terkait keterlibatan koperasi desa dalam rantai pasok bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Harapan tersebut disampaikan Ketua KDMP Pamalayan, Soleh, saat mengikuti kegiatan Reses II Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, H. Asep Rahmat, di Aula Desa Pamalayan, Kamis (27/8/2026).
Soleh mengatakan, pihak koperasi telah berupaya menjajaki kerja sama dengan sejumlah pengelola unit MBG di wilayah setempat.
Namun, setelah proses pendekatan berlangsung sekitar tiga bulan, belum terdapat kesepakatan yang memberikan kepastian bagi KDMP untuk menjadi pemasok bahan pangan.
Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi koperasi adalah belum adanya kewenangan yang cukup kuat untuk memastikan terjadinya kemitraan dengan pengelola MBG.
“Kami sudah mencoba melakukan komunikasi dan pendekatan dengan beberapa pengusaha MBG, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan kepastian. Posisi koperasi juga tidak memiliki daya tekan untuk memastikan kerja sama tersebut berjalan,” ujar Soleh.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat menghadirkan mekanisme kemitraan yang jelas.
Baca Juga :Kekeringan Meluas, Pemkab Ciamis Perkuat Distribusi Air Bersih bersama PDAM dan Tim Gabungan
Dengan adanya regulasi atau fasilitasi resmi, KDMP diharapkan dapat memperoleh ruang untuk memasok kebutuhan pangan MBG sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Asep Rahmat menilai koperasi desa memiliki posisi strategis dalam mendukung keberlangsungan Program MBG.
Menurutnya, manfaat program nasional tersebut seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat di tingkat desa.
“MBG merupakan program strategis nasional yang salah satu tujuannya meningkatkan kualitas gizi anak. Karena itu, ketersediaan bahan pangan yang cukup, berkualitas dan berkelanjutan harus menjadi perhatian. Koperasi desa dapat mengambil peran dalam menyediakan bahan baku untuk kebutuhan MBG,” kata Asep.
Ia menilai hubungan antara KDMP dan unit penyelenggara MBG perlu dibangun melalui pola kemitraan yang saling menguntungkan.
Pengadaan bahan pangan dari sumber lokal dinilai dapat membuka pasar bagi produk masyarakat sekaligus memperpendek rantai distribusi.
Dengan pola tersebut, kata Asep, program MBG dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi desa.
Petani, peternak, pelaku usaha pangan, maupun kelompok masyarakat lainnya berpeluang mendapatkan akses pasar melalui koperasi.
Selain menyerap aspirasi mengenai penguatan peran KDMP dalam program MBG, Asep Rahmat juga menyerahkan bantuan berupa satu unit laptop beserta printer kepada kader Posyandu Desa Pamalayan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan administrasi dan pelayanan Posyandu sehingga pelaksanaan tugas para kader di tingkat desa dapat berjalan lebih efektif. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































