Sebanyak 700 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke 16 Kecamatan di Kabupaten Ciamis melalui Perumdam Tirta Galuh Ciamis. Foto/Pepi Irawan.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Ciamis terus dilakukan melalui kolaborasi sejumlah instansi dan organisasi.

Hingga Rabu (26/8/2026), sebanyak 700 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di 16 kecamatan yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Direktur Utama Perumdam Tirta Galuh Ciamis, Amsi Yudi Purwanto, S.E., M.T., mengatakan distribusi air tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, di antaranya BBWS, BPBD, Kodim, PMI, Perumdam Tirta Galuh, serta organisasi Muhammadiyah.

Menurut Amsi, kondisi kekeringan paling berat saat ini terjadi di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, dan Tambaksari.

Ketiga kecamatan tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyaluran bantuan air bersih karena kebutuhan masyarakat cukup tinggi.

“Total sampai saat ini sudah sekitar 700 ribu liter air bersih yang didistribusikan ke 16 kecamatan. Untuk wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya Banjarsari, Banjaranyar, dan Tambaksari,” kata Amsi, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga :Reses di Mekarjaya Baregbeg, Mohamad Ijudin Ajak Warga Perkuat Literasi Keuangan dan Ekonomi Desa

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan distribusi, BPBD Kabupaten Ciamis menjadi instansi dengan jumlah penyaluran air paling besar.

Setelah itu, bantuan juga disalurkan melalui Perumdam Tirta Galuh dan PMI.

Amsi mengingatkan masyarakat yang membutuhkan bantuan agar tidak mengajukan permintaan secara perorangan.

Mekanisme pengajuan melalui pemerintah desa dinilai penting agar kebutuhan warga dapat dihimpun sekaligus memudahkan petugas menentukan prioritas distribusi.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih, silakan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa. Data kebutuhan warga nantinya dihimpun oleh desa untuk kemudian diajukan secara resmi kepada BPBD Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Dengan mekanisme tersebut, pendistribusian diharapkan lebih terkoordinasi dan bantuan dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

Amsi menegaskan, penyaluran air bersih masih terus berlangsung secara bertahap.

*Perumdam Tirta Galuh bersama instansi terkait akan melanjutkan dukungan distribusi selama masyarakat di wilayah terdampak masih membutuhkan pasokan air bersih,” tandasnya.(Pepi Irawan/PasundanNews.com)