Tata Permana (kanan) dan tokoh masyarakat setempat, Yosef Firmansyah (tengah) berharap kepada pemerintah untuk segera merealisasi usulan program rutilahu agar rumah Tata segera diperbaiki. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kondisi memprihatinkan dialami Tata Permana (46), warga Dusun Sukamulya RT 07 RW 02, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Pria yang bekerja serabutan itu harus bertahan hidup di rumah yang nyaris ambruk sembari merawat dua adiknya, Arif Supratman (44) dan Yaya Nurcahyadi (36), yang sama-sama sedang sakit.

Bangunan yang mereka tempati kini berada dalam kondisi rusak berat. Bagian rangka penyangga atap dilaporkan telah patah sehingga atap hanya bertumpu pada batang bambu, lemari, dan meja yang digunakan sebagai penyangga darurat.

Situasi tersebut membuat keselamatan penghuni rumah terancam, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Tata mengaku setiap hari diliputi rasa khawatir. Selain memikirkan kondisi rumah yang sewaktu-waktu bisa roboh, ia juga harus memenuhi kebutuhan hidup sekaligus merawat kedua adiknya di tengah penghasilan yang tidak menentu.

Baca Juga :Konsumsi Ikan Masih Rendah, DPR RI Perkuat Kampanye Gemarikan untuk Tekan Stunting di Kota Banjar

“Setiap hari saya waswas. Atap rumah sudah patah dan hanya ditahan bambu, lemari, dan meja. Takut kalau malam atau saat hujan tiba-tiba ambruk. Saya juga harus mengurus dua adik yang sedang sakit. Untuk makan sehari-hari pun kadang dibantu tetangga karena penghasilan saya tidak menentu,” ujar Tata kepada Pasundannews.com, Minggu (2/8/2026).

Ironisnya, meski hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit dan tinggal di rumah tidak layak huni, keluarga tersebut mengaku belum pernah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Tokoh masyarakat setempat, Yosef Firmansyah, mengatakan warga bersama pengurus RT dan RW sebenarnya telah mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah kepada pemerintah desa. Namun hingga kini usulan tersebut belum juga terealisasi.

Baca Juga :Hotel Singacala Resmi Diluncurkan, Pemkab Ciamis Optimalkan Aset Daerah untuk Dongkrak PAD

“Usulan sudah lama kami sampaikan melalui pemerintah desa. Bahkan saat ada bantuan dari kementerian, rumah ini belum juga menjadi prioritas. Padahal kondisinya sangat membahayakan dan sudah tidak layak dihuni. Kami berharap segera ada tindak lanjut,” kata Yosef.

Kepala Desa Sukamukti, Budi Haryono, membenarkan bahwa rumah Tata Permana telah diusulkan sebagai penerima bantuan perbaikan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Meski demikian, proses realisasi bantuan masih menunggu keputusan sehingga keluarga tersebut masih harus bertahan di rumah yang kondisinya terus mengkhawatirkan.

“Rumah Pak Tata sudah kami ajukan ke Baznas untuk mendapatkan bantuan perbaikan. Sampai sekarang memang belum ada realisasi. Kami berharap usulan ini segera ditindaklanjuti karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan secepatnya,” ujar Budi Haryono. (Hermanto/PasundanNews.com)