BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan leptospirosis menyusul meningkatnya temuan kasus penyakit yang ditularkan melalui urine hewan tersebut.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni memperkuat Sistem Jejaring Leptospirosis (SIJERI) melalui kegiatan sosialisasi, peningkatan kapasitas, serta penguatan komitmen lintas sektor.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Dr. H. Rizali Sofiyan, M.M., mengatakan leptospirosis merupakan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten.
Namun, meningkatnya kasus di daerah membuat seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan.
“Kasus leptospirosis di Kabupaten Ciamis saat ini mengalami peningkatan sehingga membutuhkan langkah cepat. Padahal penyakit ini dapat dicegah, salah satunya melalui penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rizali saat kegiatan sosialisasi, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, SIJERI dikembangkan sebagai sistem yang mengintegrasikan proses pelaporan, pendataan, penelusuran hingga penanganan kasus secara lebih efektif. Melalui sistem tersebut, koordinasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, kecamatan, desa, hingga instansi terkait diharapkan berjalan lebih optimal.
Baca Juga :500 UMKM Ciamis Dapat Fasilitas Sertifikasi Halal Gratis, Pemkab Targetkan Jangkau 1.500 Pelaku Usaha
Ia menegaskan penanggulangan leptospirosis tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja.
Diperlukan kolaborasi lintas perangkat daerah dan partisipasi masyarakat agar upaya pencegahan maupun penanganan dapat berjalan maksimal.
“Sinergi semua pihak menjadi kunci. Dengan kerja sama yang baik, kami berharap penanganan kasus semakin efektif sehingga target zero case atau tidak ada lagi kasus leptospirosis di Ciamis dapat diwujudkan,” katanya.
Penguatan sistem ini dilakukan setelah Dinkes menemukan kasus leptospirosis di salah satu kecamatan.
Pasien tersebut awalnya belum terdiagnosis saat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat dan baru dipastikan positif setelah dirujuk ke rumah sakit dengan layanan yang lebih lengkap.
Hasil penelusuran epidemiologi yang dilakukan petugas kemudian menemukan sejumlah kasus lain di lingkungan sekitar pasien.
Temuan tersebut menjadi dasar Dinkes untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap penyakit tersebut.
Dinkes Ciamis juga mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan diri, lingkungan rumah, serta fasilitas umum guna menekan risiko penularan leptospirosis.
“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan hidup bersih merupakan langkah paling efektif untuk memutus rantai penularan penyakit ini,” pungkas Rizali. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































