BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis memastikan ketersediaan kursi di satuan pendidikan masih mencukupi untuk menampung seluruh lulusan SD maupun SMP pada tahun ajaran 2025/2026.
Dengan kapasitas yang tersedia, para lulusan dipastikan tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan daya tampung.
Kepala Bidang SMP Disdik Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto, mengungkapkan jumlah lulusan SMP tahun ajaran 2025/2026 mencapai 12.667 siswa yang berasal dari 137 sekolah, terdiri atas 80 SMP negeri dan 57 SMP swasta.
Menurut Aris, kondisi daya tampung dari jenjang SD ke SMP secara umum masih sangat memadai.
Siswa yang belum diterima di sekolah negeri tetap memiliki peluang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang masih menyediakan kuota.
“Secara keseluruhan daya tampung mencukupi. Jika tidak diterima di sekolah negeri, siswa masih dapat melanjutkan ke sekolah swasta,” ujar Aris, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, distribusi peserta didik di wilayah Kabupaten Ciamis belum sepenuhnya merata.
Sejumlah SMP negeri yang berada di kawasan perkotaan, seperti SMPN 1 hingga SMPN 8 Ciamis, setiap tahun menjadi tujuan utama sehingga jumlah pendaftarnya jauh lebih banyak dibanding kapasitas yang tersedia.
Baca Juga :Hotel Singacala Resmi Diluncurkan, Pemkab Ciamis Optimalkan Aset Daerah untuk Dongkrak PAD
Sebaliknya, beberapa sekolah lain, termasuk SMPN 6, SMPN 7, dan sekolah di luar pusat kota, masih belum memenuhi kuota penerimaan.
Disdik, kata Aris, telah melakukan pemetaan kebutuhan peserta didik sejak awal tahun. Setiap sekolah telah memiliki proyeksi jumlah calon siswa berdasarkan daya tampung masing-masing.
Apabila terjadi kelebihan pendaftar dan kondisi ruang belajar memungkinkan, sekolah dapat mengusulkan penambahan rombongan belajar sesuai ketentuan dan persetujuan Kepala Dinas, dengan mempertimbangkan kecukupan tenaga pendidik.
Pada proses penerimaan peserta didik baru, jalur domisili atau zonasi masih menjadi jalur utama yang menyerap sekitar 80 persen calon siswa dari lingkungan sekitar sekolah.
Sementara kuota lainnya dialokasikan melalui jalur prestasi dan afirmasi. Bagi sekolah yang belum memenuhi jumlah peserta didik, Disdik akan melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab dan langkah penanganannya.
Untuk lulusan SMP yang akan melanjutkan ke SMA, SMK atau sederajat, Aris memastikan kapasitas sekolah menengah atas di Kabupaten Ciamis justru lebih besar dibanding jumlah lulusan yang ada.
Hasil koordinasi dengan pengawas sekolah dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA menunjukkan total daya tampung mampu mengakomodasi seluruh lulusan SMP.
Baca Juga :KAHMI Ciamis Dorong BAZNAS Perluas Penghimpunan ZIS dari Rekanan Proyek Pemerintah
“Daya tampung SMA dan SMK di Kabupaten Ciamis melebihi jumlah lulusan SMP yang mencapai 12.667 siswa. Dengan demikian tidak ada potensi anak putus sekolah karena kehabisan kuota,” tegasnya.
Aris juga meluruskan anggapan sebagian masyarakat yang menilai sekolah sudah penuh. Menurutnya, persepsi tersebut muncul karena tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah sekolah negeri favorit.
Padahal, masih banyak alternatif pendidikan lain yang tersedia, mulai dari sekolah swasta, pondok pesantren, hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melalui program Paket C.
Saat ini Disdik Ciamis masih menunggu data resmi mengenai penyerapan lulusan ke jenjang SMA dan SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Proses pendataan belum sepenuhnya selesai karena sebagian lulusan memilih melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren maupun lembaga pendidikan nonformal yang belum seluruhnya tercatat dalam aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Sementara itu, pada jenjang SD tercatat sebanyak 13.414 siswa diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke SMP pada tahun ini. Disdik memastikan proses integrasi data serta penempatan peserta didik terus berlangsung agar seluruh lulusan memperoleh akses pendidikan sesuai jenjangnya,” pungkas Aris. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































