BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Tugas polisi tidak hanya identik dengan penegakan hukum, pengaturan lalu lintas, maupun penanganan kriminalitas.
Di balik seragam yang dikenakan, polisi juga hadir sebagai sahabat masyarakat yang peduli terhadap berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk menjaga dan melestarikan seni budaya daerah.
Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026 yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri Untuk Masyarakat”.
Melalui pendekatan humanis, jajaran Polres Banjar menunjukkan bahwa kehadiran polisi tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mampu menjadi penggerak kebersamaan, pelestari budaya, sekaligus mitra bagi para seniman.
Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut ditunjukkan oleh dua personel Polres Banjar, yakni Plt Kasat Binmas Polres Banjar Iptu Yudi Asmara, S.Sos., CPHR dan Aiptu Endang Sukandi. Mereka berdua aktif mendampingi serta memberikan dukungan kepada para pelaku seni di Kota Banjar.
Keduanya terlibat dalam proses latihan hingga persiapan penampilan Sanggar Seni Putra Dangiang Pasundan yang berkolaborasi dengan Sanggar Seni Lokahita serta Paguyuban Seniman Banjar dalam ajang Festival Kreasi Pergelaran Seni Tingkat Jawa Barat yang digelar di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Dago, Bandung pada Selasa (9/6/2026) pekan kemarin.
Dalam festival bergengsi tersebut, Kota Banjar menampilkan kisah legenda Ki Banteng Loreng, tokoh yang dikenal sebagai pelindung masyarakat Desa Cibeureum, Kota Banjar.
Baca Juga :Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Banjar Bagikan Ratusan Paket Sembako Kepada Abang Becak
Sosok yang memiliki nama asli Kyai Kholeludin atau Eyang Jaga Lama itu dikenal sebagai sesepuh yang bijaksana, dermawan, ahli pembuat senjata, sekaligus tokoh yang dihormati masyarakat pada masanya.
Legenda tersebut dikemas dalam sebuah pertunjukan kolosal yang memadukan drama tari, musik etnik, dan teater tradisional. Penampilan yang sarat nilai budaya itu berhasil menghidupkan kembali cerita rakyat yang menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas masyarakat Kota Banjar.
Bagi Polres Banjar, dukungan terhadap kegiatan seni budaya merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.
Seni dan budaya dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter bangsa, menanamkan nilai moral, serta menjaga harmoni sosial yang menjadi fondasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Iptu Yudi mengatakan bahwa polisi harus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk mendukung kegiatan seni dan budaya yang membawa manfaat positif.
“Polisi adalah bagian dari masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya saat terjadi gangguan kamtibmas, tetapi juga dalam kegiatan yang membangun karakter, memperkuat persatuan, dan melestarikan budaya daerah. Seni budaya merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan terhadap tanah kelahiran,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga :Angkat Kisah Ki Banteng Loreng, Seniman Banjar Tampil Memikat di Festival Seni Jawa Barat 2026
Menurutnya, pelestarian budaya memiliki hubungan erat dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Masyarakat yang mengenal sejarah dan budayanya akan memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap daerahnya sehingga lebih mudah menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri adalah sahabat masyarakat, termasuk sahabat para seniman. Ketika masyarakat dan polisi berjalan bersama, maka tercipta lingkungan yang aman, damai, dan produktif. Seni budaya menjadi salah satu media yang sangat efektif untuk mempererat hubungan tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota Binmas Polres Banjar, Aiptu Endang Sukandi, menilai kolaborasi antara polisi dan seniman merupakan bentuk sinergitas yang positif dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Melalui seni, pesan-pesan moral, pendidikan karakter, hingga nilai kebangsaan dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima masyarakat. Karena itu kami merasa bangga dapat ikut mendukung para seniman Kota Banjar” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































