Legenda Ki Banteng Loreng Dibawa ke Panggung Jabar, Seniman Banjar Siapkan Drama Tari Kolosal. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Kisah legenda rakyat asal Desa Cibeureum, Kota Banjar, akan tampil di panggung Festival Pagelaran Kreasi Seni tingkat Jawa Barat yang digelar di Taman Budaya Bandung pada 9 Juni 2026.

Cerita tersebut akan dikemas dalam drama tari kolosal bertajuk Ki Banteng Loreng oleh para seniman muda Kota Banjar.

Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi Sanggar Seni Putra Dangiang Pasundan dan Sanggar Seni Lokahita.

Kedua sanggar tersebut memadukan unsur tari, teater, dan musik etnik untuk menghidupkan kembali cerita rakyat yang telah lama diwariskan masyarakat Cibeureum.

Pimpinan Sanggar Putra Dangiang Pasundan, Moch. Septian Martin Budiarjo menjelaskan, pihaknya mendapat tanggung jawab menggarap musik pengiring pertunjukan.

Konsep yang diusung memadukan instrumen tradisional dengan sentuhan modern agar pertunjukan terasa lebih kuat dan menarik bagi penonton.

“Kami ingin menghadirkan nuansa musik etnik yang mampu memperkuat suasana cerita, sehingga penonton bisa lebih merasakan karakter dan pesan dari legenda Ki Banteng Loreng,” ujarnya saat latihan di Aula Desa Cibeureum, Senin (25/5/2026) malam.

Sementara itu, penggarapan alur cerita dan drama tari ditangani Sanggar Seni Lokahita yang dipimpin Kuntara.

Ia mengatakan, pertunjukan tersebut tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda.

Baca Juga :KPU Ciamis Jelaskan Tahapan PAW DPRD, Proses Tunggu Pengajuan Resmi dari DPRD

Menurutnya, berbagai emosi seperti haru, ketegangan, kegembiraan hingga suasana heroik akan ditampilkan dalam satu pementasan kolosal yang dipadukan dengan musik dan koreografi khas daerah.

“Kami ingin legenda ini tetap hidup dan bisa dipahami generasi sekarang melalui pendekatan seni pertunjukan,” kata Kuntara.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar.

Fasilitator Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Banjar, Dewi Kurniasih menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas para seniman muda daerah yang terus berupaya mengenalkan budaya lokal di tingkat Jawa Barat.
Baca Juga :Mulai Tahun Ajaran Baru, Lulusan SD dan SMP di Kota Banjar Gunakan Ijazah Digital

“Kami terus mendorong anak-anak muda agar berani berkarya dan membawa identitas budaya Banjar ke panggung yang lebih luas,” ungkap Dewi.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Cibeureum, Yayan Sukirlan. Ia mengaku bangga karena cerita rakyat dari wilayahnya kembali diangkat dalam bentuk pertunjukan seni modern tanpa meninggalkan nilai tradisi.

Menurut Yayan, legenda Ki Banteng Loreng merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Cibeureum.

Tokoh tersebut dikenal dengan nama Kyai Kholeludin atau Eyang Jaga Lama, sosok sesepuh yang diyakini memiliki kesaktian dan kebijaksanaan tinggi.

Julukan Ki Banteng Loreng sendiri berasal dari kisah seekor banteng bercorak loreng yang dipercaya sebagai jelmaan atau simbol kesaktian sang tokoh dalam menjaga masyarakat dan hewan ternak di wilayah tersebut.

Hingga kini, cerita Ki Banteng Loreng masih hidup di tengah masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.

Melalui festival seni budaya ini, para seniman muda berharap nilai-nilai gotong royong, semangat pantang menyerah, serta kearifan lokal tetap dikenal generasi masa kini.

Pagelaran tersebut juga mendapat dukungan dari Polres Banjar, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan budayawan setempat sebagai upaya bersama menjaga kelestarian budaya daerah.(Hermanto/PasundanNews.com)