BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Seorang balita perempuan NN (2), warga Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, harus dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setelah kepalanya tersangkut di dalam sebuah kaleng biskuit kosong, Selasa (7/7/2026) malam.
Peristiwa tersebut membuat panik keluarga korban. Berbagai upaya dilakukan orang tua untuk melepaskan kaleng dari kepala sang anak, namun tidak membuahkan hasil sehingga mereka meminta bantuan petugas Damkar Ciamis.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 20.58 WIB dari ibu korban.
“Begitu menerima laporan, personel langsung kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Budi Rahmat, Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan keterangan petugas, insiden bermula ketika NN sedang bermain sambil menonton video melalui telepon genggam yang diletakkan di dalam kaleng biskuit kosong.
Baca Juga :Rektor Baru Unigal Hadapi Tantangan Penurunan Mahasiswa, Dewan Pembina Minta Evaluasi Menyeluruh
Setelah beberapa kali memasukkan dan mengeluarkan ponsel dari kaleng, balita tersebut mencoba memasukkan kepalanya ke dalam wadah itu. Namun, kepalanya justru terjebak dan tidak bisa dikeluarkan.
Untuk melakukan penyelamatan, Damkar Ciamis mengerahkan tim yang terdiri dari Yayan Muliyansyah, Seprinda Suyatman, Suheri, dan Yedi Setiadi.
Mereka membawa satu unit kendaraan operasional beserta sejumlah peralatan, seperti gerinda mini, gunting, dan tang.
Dengan penuh kehati-hatian, petugas memotong bagian kaleng sedikit demi sedikit agar tidak melukai korban. Sekitar 22 menit setelah laporan diterima, tepat pukul 21.20 WIB, kaleng berhasil dilepaskan dari kepala NN.
“Alhamdulillah proses penyelamatan berjalan lancar dan korban tidak mengalami luka sedikit pun,” kata Budi.
Ia mengimbau para orang tua agar lebih waspada saat anak bermain, terutama ketika menggunakan benda-benda rumah tangga yang tampak tidak berbahaya tetapi berpotensi menimbulkan risiko.
“Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Karena itu, pendampingan orang tua sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































