Tangkapan layar video di akun resmi KDM. Foto/Istimewa

BERITA PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM – Warga Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran mengadu ke Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyusul belum di berikannya tabungan siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah setempat.

Aduan tersebut disampaikan dan dipublikasikan melalui akun media sosial resmi Kang Dedi Mulyadi.

Dalam tayangan itu, KDM menanyakan kepada perwakilan warga siapa yang menerima dana tabungan siswa.

Warga menjawab dana diterima kepala sekolah. Menurut keterangan yang mereka terima, dana kemudian disimpan di Koperasi PGRI.

“Katanya disimpan di Koperasi PGRI, tapi koperasinya bangkrut. Katanya dipinjamkan ke guru-guru. Saat kami minta data guru yang meminjam, koperasi tidak memberi. Jadi saling menutupi, Pak,” ujar salah seorang warga dalam video tersebut. Minggu (15/2/2026).

KDM kembali menanyakan lokasi awal penyimpanan dana. Warga menjelaskan uang disimpan di sekolah sebelum dititipkan ke Koperasi PGRI.

Baca Juga :Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Pariwisata, Dishub Pangandaran Tampung Masukan untuk Rumuskan Kebijakan

Saat ditanya jumlah dana yang belum dibagikan, warga menyebut totalnya sekitar Rp 2,5 miliar.

Mereka memperkirakan hampir 50 persen SD di Kecamatan Parigi terdampak. Warga juga menyampaikan bahwa di Kecamatan Cijulang sebagian dana tabungan sudah mulai dibayarkan.

KDM menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut melalui pemeriksaan inspektorat.

“Ya sudah, nanti saya periksa lewat inspektorat. Kita periksa dulu. Intinya orang tua ingin uangnya kembali,” kata KDM.

Warga menyebut persoalan ini telah berlangsung sekitar empat tahun dan melibatkan empat angkatan siswa. Sejumlah siswa kini telah melanjutkan ke SMP hingga SMA, namun tabungan belum diterima penuh.

Salah satu orang tua mengaku tabungan anaknya senilai Rp10 juta, tetapi baru menerima Rp 1 juta. Saat ini anak tersebut sudah duduk di kelas 2 SMP.

Hingga berita ini diterbitkan, pasundannews.com belum menerima tanggapan resmi dari pihak sekolah / PGRI setempat.

(Deni Rudini/Pasundannews.com)