Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, H. Saifuddin (tengah). Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Sebanyak 27 siswa SMP Negeri 3 Banjar masih menjalani perawatan intensif di tiga rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, 55 siswa lainnya yang sempat dirawat sudah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatan yang berangsur membaik.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, H. Saifuddin, mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi para siswa yang masih dirawat.

“Ada 27 siswa lagi yang masih observasi dan penanganan lebih lanjut. Gejala yang dialami yaitu mual-mual, pusing, dan sesak napas,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (2/10/2025).

Dari 27 siswa tersebut, 14 di antaranya sedang dalam proses visite dokter. Jika hasil pemeriksaan memungkinkan, mereka juga akan segera dipulangkan.

Baca Juga :Puluhan Siswa SMPN 3 Kota Banjar Diduga Keracunan Usai Menyantap MBG

“Kalau ke 14 orang ini boleh pulang, berarti yang dirawat tinggal 13 orang,” imbuhnya.

Dugaan sementara, para siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Dinkes pun melakukan investigasi dan evaluasi terhadap program tersebut.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Dinkes Banjar berencana melakukan inspeksi langsung ke dapur-dapur yang menjadi penyedia makanan MBG. Tujuannya untuk memastikan bahwa seluruh dapur memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Baca Juga :Marak Isu Keracunan MBG, Ketua Pusat Kajian Hukum Unigal Ciamis Dorong Ikuti Standarisasi Norma Hukum

“Dinkes akan mengadakan inspeksi kunjungan untuk melihat apakah dapur-dapur ini sudah layak untuk mendapatkan SLHS,” tegas Saefuddin.

SLHS atau Sertifikat Laik Higiene Sanitasi menjadi syarat utama agar dapur dapat diizinkan menyalurkan makanan kepada siswa.

SLHS merupakan sertifikat resmi yang dikeluarkan Dinas Kesehatan sebagai bukti bahwa sebuah dapur telah memenuhi standar higiene dan sanitasi.

Sertifikat ini dinilai penting untuk menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat, khususnya pelajar yang menjadi sasaran program MBG.

Dinkes Kota Banjar juga mengimbau kepada seluruh penyedia makanan dalam program MBG untuk lebih ketat dalam menjaga kualitas bahan makanan serta kebersihan proses pengolahan.

“Pemeriksaan lanjutan terhadap sumber makanan dan air juga akan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kasus keracunan massal tersebut,” pungkasnya.

(Hermanto/PasundanNews.com)