silaturahmi PD IGRA (Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal) Kabupaten Pangandaran. Foto/Deni Rudini.PasundanNews.com

BERITA PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi PD IGRA (Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal) Kabupaten Pangandaran gelar kegiatan pertemuan sekaligus buka bersama pada Jumat (4/4/2024).

Kegiatan yang bertempat di salah satu Rumah Makan di Pangandaran ini, turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, Kasubag, Kepala Seksi Madrasah dan Staf Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran.

Diketahui, momen bulan suci Ramadhan ini, pengurus PD IGRA Kabupaten Pangandaran lebih mempererat tali silahturahmi antar pengurus.

“Alhamdulillah, di ramadhan tahun ini, kami bisa menjalin silahturahmi antar pengurus dengan intens, baik Pengurus Daerah maupun dengan masing-masing Pengurus Cabang IGRA se- Kabupaten Pangandaran,” kata Ketua PD IGRA Pangandaran Mimin Hoeriyah.

Mimin mengucapkan terimakasih kepada Para Pengurus yang hadir juga dari Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran yang selalu memberikan bimbingannya kepada PD IGRA.

“Saya berharap agar selalu mendapatkan bimbingan dan arahan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, khususnya Kepala Kantor, Kasubag dan Kepala Seksi Madrasah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, H. Yayan Herdiana, mengungkapkan pada saat ini pihaknya turut mengapresiasi pada Pengurus IGRA bisa berkumpul silaturahmi pada saat ini.

“Saya ingin menekankan bahwa pengurus IGRA tetap kompak, harus bersatu padu dan jangan bercerai berai,” katanya.

Yayan melanjutkan, perbedaan sebagai sunnatullah, mulai dari kultur budaya dan tradisinya berbeda.

“Tetapi perbedaan itu kalau diasosiasikan kepada anggota badan kita, ada tangan kanan dan tangan kiri, kedua duanya selalu bekerjasama dan selalu membagi tugas,” ujarnya.

Yayan mengharapkan kegiatan silaturahmi seperti ini tetap solid dan lanjutkan.

“Tetap kompak, solid dan istiqomah berjuang di jalan Allah SWT,” harapnya.

Ia berpesan agar organisasi IGRA ini harus dibarengi dengan nilai-nilai keikhlasan.

“Tanpa ikhlas itu saya kira-kita tidak bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan motto Kemenag, ‘Ikhlas Beramal’,” tutur Yayan.

Ia pun menyampaikan ungkapan maaf, apabila pelayanan dari Kemenag Agama Pangandaran kurang memuaskan.

“Tetapi setidak-tidaknya Insya Allah kita bangun kebersamaan antara Pengurus dengan Kemenag,” tandasnya.

(Deni Rudini/PasundanNews.com)