PASUNDANNEWS.COM – Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda Dusun Kliwon, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Pemuda tersebut salah satu penggerak Mitra Dapur SPPG Bojong, Fadhila Nur Erlangga (29).
Aktifitasnya kini turut memastikan pemenuhan gizi anak bangsa melalui Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bojong.
“Saya ingin jadi sumber mata air. Airnya bisa dinikmati banyak orang,” ungkapnya, Rabu (12/11/2025).
Bagi Fadhila, dapur merupakan ruang kehidupan, tempat ekonomi rakyat tumbuh dari api kecil yang dijaga dengan kepercayaan.
Sejak berdiri pada Agustus 2025, dapur yang ia kelola telah mempekerjakan 54 warga lokal dari empat dusun: Kliwon, Pon, Wage, dan Pahing.
Setiap hari, mereka menyiapkan makanan bergizi untuk lebih dari 3.600 anak sekolah.
“Yang penting mereka pulang membawa senyum dan rezeki halal. Tidak ada gaji yang telat. Itu prinsip saya,” kata lulusan Politeknik Negeri Bandung itu.
Keberhasilan dapur rakyat Bojong tidak lepas dari dukungan bank bjb, yang hadir sebagai mitra yang memahami denyut ekonomi desa.
Sebagai penggerak program Makan Bergizi Gratis (MBG), Fadhila menyadari bahwa keberlanjutan dapur memerlukan manajemen kuat dan dukungan finansial yang stabil. Di sinilah peran bank bjb terasa nyata.
Baca Juga :Bank bjb Perkuat Sinergi Budaya dan Digitalisasi di West Java Festival 2025
“Kalau fasilitas kredit dari bjb bisa diberikan ke dapur seperti kami, itu luar biasa. Mereka datang, mendengar, dan memahami situasi kami,” tuturnya.
Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), bank bjb membuka akses modal bagi usaha desa seperti dapur Bojong. Arus dana program MBG yang rutin membuat manajemen keuangan Fadhila stabil.
“Selama dapur tetap masak, cicilan aman. Karena arus kas kami jelas dan lancar,” katanya sambil tersenyum.
Kini, Fadhila tengah menyiapkan pengajuan pinjaman sebesar Rp1 hingga Rp1,5 miliar untuk membuka dapur tambahan.
Setiap rupiah dari bjb, baginya, adalah peluang memperluas lapangan kerja dan lingkaran kesejahteraan.
“Kalau bunganya bisa lebih ringan, akan lebih banyak dapur seperti ini yang berdiri. Dan lebih banyak warga yang bisa bekerja,” ujarnya penuh harap.
Selain itu, Fadhila juga telah memindahkan pembayaran gaji karyawan (payroll) ke bank bjb. Langkah ini memperkuat sistem keuangan dapur sekaligus menghidupkan ekonomi lokal.
“bjb menjaga kepercayaan. Mereka percaya usaha kecil di kampung bisa jadi fondasi ekonomi besar kalau diberi ruang,” ujarnya.
Setiap denting logam dan percikan air di dapur Bojong adalah tanda kehidupan baru bagi banyak warga. Salah satunya Yusuf (50), yang kini bekerja mencuci wadah makanan setiap hari.
“Bagian saya cuci ompreng. Setiap hari begitu. Tapi alhamdulillah, ada kerjaan,” katanya sambil tersenyum.
Dulu, Yusuf bekerja serabutan, berpindah dari satu proyek ke proyek lain tanpa kepastian. Kini, ia punya penghasilan tetap dan bisa membantu keluarganya.
“Pas proyek berhenti, saya ditawari kerja di dapur ini. Langsung saya ambil. Alhamdulillah, bisa bantu ekonomi rumah,” ujarnya.
Bagi warga Bojong, dapur SPPG menjadi sumber penghidupan dan kebersamaan.
“Dengan adanya program ini, banyak yang terbantu. Hubungan antarwarga juga makin akrab, kayak saudara sendiri,” kata Yusuf.
(Herdi/PasundanNews.com)




















































