BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Ciamis menerima kunjungan rombongan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan dalam rangka kegiatan studi banding dan peningkatan kapasitas pengelolaan sampah daerah, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan yang digelar di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis itu dihadiri langsung oleh Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, bersama jajaran pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan rasa bahagia dan kehormatan atas kunjungan tersebut. Ia menyambut hangat rombongan dari Kalimantan dan memperkenalkan Ciamis sebagai “Tatar Galuh”, wilayah yang memiliki akar sejarah panjang sebagai salah satu kerajaan tertua di Pulau Jawa.

“Ciamis memiliki sejarah panjang. Peninggalan Kerajaan Galuh masih dapat ditemukan di Kecamatan Kawali, seperti makam raja dan batu tulis peninggalan sejarah,” ungkap Herdiat.

Meski bangga menjadi tuan rumah, Bupati Herdiat secara jujur mengakui bahwa Kabupaten Ciamis masih menghadapi keterbatasan dalam sarana dan pembiayaan pengelolaan lingkungan.

“Ciamis tidak punya apa-apa, hanya punya mimpi dan tekad kuat untuk maju,” ujarnya.

Herdiat menuturkan, pascapandemi COVID-19, APBD Ciamis menurun signifikan dari Rp3,1 triliun menjadi Rp2,2 triliun pada tahun 2026, bahkan masih mengalami defisit sekitar Rp140 miliar.

Kondisi tersebut turut berdampak pada pengelolaan sampah. Saat ini, Ciamis hanya memiliki dua unit alat berat buldoser untuk mengelola dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan salah satunya dalam kondisi rusak.

Namun keterbatasan itu tidak menyurutkan semangat pemerintah dan masyarakat untuk terus berinovasi.

“Kami ingin sejajar dengan daerah lain. Dengan semangat gotong royong, kami yakin bisa maju bersama,” tegas Herdiat.

Pemkab Ciamis Lakukan Inovasi Berbasis Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Saat ini, hampir setiap desa telah memiliki minimal satu bak sampah, bahkan beberapa desa memiliki dua hingga tiga.

Sampah rumah tangga juga dikelola dengan konsep ekonomi sirkular. Sisa makanan dari rumah makan diolah menjadi pakan maggot, sedangkan sampah plastik dikonversi menjadi tabungan warga.

Baca Juga :Ciamis Kembangkan Energi Hijau dari Limbah Kayu, SITH ITB Dukung Desa Selamanik Jadi Percontohan Ekonomi Sirkular

“Tidak sedikit masyarakat Ciamis yang membayar pajak dari hasil menabung sampah,” tutur Herdiat.

Langkah ini tak hanya membantu pengelolaan lingkungan, tapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Berbagai upaya tersebut membawa Ciamis pada deretan prestasi membanggakan. Kabupaten Ciamis berhasil meraih penghargaan Adipura Kencana 2023, serta beberapa penghargaan di tingkat nasional dan internasional.

Bahkan dua bulan lalu, Ciamis dinobatkan sebagai Kabupaten Terbersih se-ASEAN dalam acara penghargaan di Langkawi, Malaysia.

Selain itu, Kementerian PUPR RI juga menobatkan Ciamis sebagai salah satu daerah terbaik dalam pengelolaan jalan nasional tahun 2023.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herdiat juga menyoroti peran besar masyarakat dalam pembangunan daerah. Melalui Baznas Ciamis, masyarakat setiap tahun menyalurkan zakat dan infak hingga Rp25 miliar.

“Bahkan untuk Palestina saja, sudah terkumpul Rp2,7 miliar dari uang receh masyarakat,” katanya.

Herdiat menegaskan, keberhasilan Ciamis bukan karena kehebatan pemerintah semata, melainkan karena semangat gotong royong yang masih hidup kuat di tengah masyarakat.

“Kami tidak bisa maju sendiri. Ciamis akan terus tumbuh sebagai kota produktif, bukan kota pensiun, berkat kebersamaan dan semangat warga Tatar Galuh,” pungkasnya.

(Pepi Irawan/PasundanNews.com)