BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Setelah hampir setahun menempati kandang unggas, Carman Pepe (65), warga Dusun Cibeureum, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, akhirnya bisa bernapas lega. Pria paruh baya itu kini memiliki rumah baru yang layak huni berkat bantuan para dermawan dan relawan di Kota Banjar.
Menurut Carman, ia terpaksa hidup di kandang unggas milik warga setelah diusir dari rumah oleh istrinya. Tempat sempit berlantai tanah dan berbau menyengat itu menjadi satu-satunya tempat ia bernaung dari panas dan hujan.
“Kandang unggas tersebut milik Bu Onah. Saya meminta izin untuk tinggal di sana, dan sangat terpaksa karena tidak memiliki tempat tinggal” ujar Carman, Rabu (12/11/2025) usai peresmian bedah rumah miliknya dan rumah milik Kar’an.
Kehidupan Carman jauh dari kata layak. Setiap hari ia bekerja serabutan, mulai dari membantu warga membawa barang, membersihkan kebun, hingga memungut barang bekas untuk dijual. Upah yang diterima pun hanya cukup untuk makan sehari-hari.
“Yang penting bisa makan, sudah syukur. Saya nggak berharap banyak,” tuturnya.
Warga sekitar mengenal Carman sebagai sosok sederhana yang jarang mengeluh meski hidup dalam keterbatasan. Beberapa tetangga sesekali memberikan bantuan berupa makanan atau pakaian bekas, namun tidak setiap hari ia mendapat uluran tangan tersebut.
Kini, kisah getir itu berakhir bahagia. Carman tak lagi menghirup aroma “wangi” kandang unggas karena sudah memiliki rumah baru yang layak huni.
Baca Juga :Wakil Walikota Banjar dan Jabar Bergerak Resmikan Rumah Milik Kar’an dan Carman di Balokang
Rumah sederhana itu dibangun di atas tanah tumpang karang setelah mendapat izin dari pemilik lahan.
Ukurannya memang kecil, tetapi cukup bagi Carman untuk hidup dengan tenang dan nyaman.
“Pembangunan rumah tersebut dikerjakan sepenuhnya oleh relawan Jabar Bergerak dan dua orang tetangga,” katanya.
Setelah itu, bantuan datang dari berbagai pihak, diantaranya dari Wakil Walikota Banjar H. Supriana, Camat Banjar Egi Ginanjar, Ketua TP PKK Kota Banjar Hj. Hetty Sudarsono, dr. Nina, komunitas sosial Abah Emir, Banjar Cinta Sedekah (BCS) serta para dermawan dan relawan Jabar Bergerak Kota Banjar.
Sambil menahan haru, Carman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah impiannya.
“Saya nggak menyangka banyak orang baik yang peduli sama saya. Terima kasih banyak, saya nggak akan lupa kebaikan semua,” ucap Carman sambil menitikkan air mata.
Sementara itu, Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar, Ari Faturohman mengatakan kisah Carman menjadi pengingat bahwa masih banyak warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
“Ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan solidaritas dapat mengubah hidup seseorang, salah satunya Mang Carman Pepe, dari kandang unggas yang gelap dan lembab, kini dia memiliki rumah yang penuh harapan,” pungkas Ari.
(Hermanto/PasundanNews.com)




















































