Prodi Pendidikan Biologi Unigal Edukasi Siswa SMAN 2 Singaparna Olah Sampah Organik Jadi Bokashi. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis melaksanakan pelatihan pengolahan sampah organik melalui pembuatan bokashi kepada siswa SMAN 2 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (29/01/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran serta kepedulian siswa terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah organik yang memiliki nilai guna dan manfaat bagi kelestarian lingkungan.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Euis Erlin, Dra., M.Kes., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diharapkan mampu mengubah cara pandang siswa terhadap sampah, dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

“Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya memahami dampak sampah bagi lingkungan, tetapi juga belajar mengolahnya menjadi bokashi atau kompos yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program pelatihan tersebut sejalan dengan visi Universitas Galuh sebagai universitas konservasi dan budaya yang unggul serta berdaya saing global.

Baca Juga :Pemotongan Tunjangan DPRD Banjar untuk Armada Sampah Tuai Sorotan, Transparansi Dipertanyakan

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unigal, Dr. Lia Yulisma, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan pengolahan sampah organik merupakan bagian dari program unggulan Prodi yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah sekolah, di antaranya SMAN 1 Cimaragas dan SMAN 3 Banjar.

“Pengelolaan sampah organik merupakan salah satu bentuk nyata dari kegiatan konservasi lingkungan. Ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini,” ungkap Lia.

Lebih lanjut, Lia menegaskan bahwa program ini juga merupakan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, civitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa, tidak hanya beraktivitas di kampus, tetapi turut menyebarkan dan menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.

“Kami berharap dengan dipilihnya SMAN 2 Singaparna sebagai lokasi pelatihan, dapat terjalin kemitraan yang berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” tutupnya. (Herdi/PasundanNews.com)