PD Persis Kabupaten Ciamis menggelar seminar pendidikan dengan menghadirkan tokoh nasional sekaligus Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Atip Latipulhayat. Foto/Pepi Irawan.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – PD Persis Kabupaten Ciamis menggelar seminar pendidikan dengan menghadirkan tokoh nasional sekaligus Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Atip Latipulhayat, pada Jumat (29/8/2025) di Aula Disdik Ciamis.

Dalam kesempatan itu, Atip memaparkan terkait kondisi pendidikan Indonesia saat ini dan semangat membangun pendidikan menuju generasi emas 2045.

“Visi utama pendidikan Indonesia adalah meningkatkan mutu. Bukan hanya mencetak peserta didik yang pintar, tetapi juga cerdas secara utuh, dengan memadukan akal dan qalbu,” terangnya.

Menurutnya, dalam pendidikan Islam seorang fakih bukan hanya menguasai teks, tetapi juga mampu merumuskan solusi dengan mengoperasionalkan akal dan hati.

Ia menekankan pentingnya peningkatan mutu pada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.

Menariknya, kata Atip, 96 persen penyelenggara PAUD di Indonesia dikelola swasta, sehingga sinergi antara pemerintah dan swasta menjadi kunci keberhasilan.

“Kalau hanya mengejar kuantitas, kita sudah banyak. Namun untuk bersaing secara global, yang harus diperjuangkan adalah kualitas,” tegasnya.

Baca Juga : Unigal Dorong Dapur MBG di Ciamis Miliki Sertifikat Higienis

Sementara itu, Ketua PD Persis Ciamis, Isa Anshori, menjelaskan bahwa kegiatan seminar ini merupakan rangkaian pra Musda Persis ke-9 dan Persistri ke-8.

Sejumlah kegiatan akan digelar, mulai dari seminar pendidikan, manasik haji akbar, silaturahmi akbar, pekan olahraga, hingga jalan sehat.

Adapun seminar pendidikan kali ini mengusung tema “Mengukir Masa Depan Pendidikan: Adaptasi dan Inovasi di Era Masyarakat 5.0”.

Isa menilai tema ini relevan dengan perkembangan zaman yang terus berubah.

Oleh karena itu, penyelenggara pendidikan harus adaptif dalam menyiapkan SDM dan dalam cara menyampaikan pelajaran

“Apa yang kita alami hari ini akan berbeda dengan anak-anak di masa depan, termasuk perkembangan teknologi,” jelasnya.

Isa menegaskan bahwa pendidikan merupakan jihad intelektual untuk memberi manfaat bagi umat. Persis sendiri telah mendirikan lembaga pendidikan mulai dari PAUD, MI, SMP, hingga tingkat Aliyah.

“Harapannya, lahir guru-guru yang berkualitas untuk menunjang kualitas pendidikan kita. Bukan hanya untuk ormas Persis, tetapi untuk Indonesia, bahkan khususnya bagi warga Tatar Galuh Ciamis,” ujarnya.

Menurut Isa, generasi muda 10-30 tahun mendatang adalah hasil pendidikan hari ini. Maka peran pendidikan agama harus diperkuat agar anak-anak tidak kehilangan identitas moral dan spiritual di tengah derasnya arus globalisasi.

(Pepi Irawan/asundanNews.com)