BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Upaya meningkatkan kemandirian warga binaan terus diperkuat melalui pendekatan yang lebih aplikatif.

Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis menggandeng Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) setempat untuk mengembangkan program pemberdayaan berbasis pertanian berkelanjutan.

“Program ini dirancang sebagai langkah strategis dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah masa pembinaan berakhir,” ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah Ciamis Mochamad Isa Nuralamsyah, S.Sos, Selasa (5/5/2026).

Ia menuturkan, fokusnya mencakup peningkatan produktivitas sekaligus kesiapan menghadapi kehidupan di tengah masyarakat.

Sejumlah aktivitas menjadi bagian dari pelaksanaan program, di antaranya budidaya sayuran dengan metode polybag, pembibitan cabai, penanaman tanaman pangan, serta pelatihan pembuatan pupuk organik.

“Pupuk diolah dari limbah dapur dan ampas kopi yang tersedia di lingkungan Lapas, sebagai bentuk penerapan konsep ramah lingkungan dan ekonomi sirkular,” katanya.

Ia meneruskan, bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata gerakan Pemuda Muhammadiyah yang berorientasi pada aksi dan dampak langsung di masyarakat.

“Warga binaan memiliki potensi besar yang perlu difasilitasi melalui program yang tepat,” ungkapnya.

Menurutnya, pembekalan keterampilan praktis menjadi kunci agar warga binaan mampu memulai kehidupan baru tanpa harus mengulang dari titik awal.

Ia juga menegaskan bahwa sektor pertanian dipilih karena mudah diterapkan serta memiliki peluang ekonomi yang luas, sekaligus mendukung ketahanan pangan. Dukungan terhadap program ini juga datang dari pihak Lapas Ciamis.

Baca Juga : Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat, Penanganan 13 Ribu Anak Putus Sekolah di Ciamis Dikebut

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis Supriyanto, A.Md.I.P., S.H., M.M., mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai mampu memperkuat pendekatan pembinaan yang lebih progresif dan produktif.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberi kesibukan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pelaksanaan program dikoordinasikan oleh Rievansyah Eka Satria sebagai penanggung jawab teknis.

Ia menjelaskan bahwa metode yang digunakan disusun secara bertahap, mulai dari pengenalan dasar hingga praktik langsung dan pendampingan intensif.

Pendekatan ini bertujuan agar warga binaan benar-benar memahami dan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh.

Ke depan, program ini diharapkan mampu menghasilkan produk pertanian yang tidak hanya mencukupi kebutuhan internal Lapas, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi sumber ekonomi.

Pendampingan berkelanjutan dengan melibatkan relawan dan tenaga ahli juga akan terus dilakukan guna menjaga kualitas dan konsistensi hasil.

Kolaborasi ini menjadi contoh pembinaan yang lebih adaptif dan berorientasi pada pemberdayaan.

“Harapannya, warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan, kepercayaan diri, serta peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri,” pungkas Rievansyah Eka.(Herdi/PasundanNews.com)