BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Cipayung Plus bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Ciamis di halaman DPRD Kabupaten Ciamis, Senin (22/6/2026), diwarnai kemunculan seorang orator cilik yang menarik perhatian ribuan peserta aksi.
Bocah bernama Sayyid Romidzauq atau yang ajaran dipanggil Aang Sayyid itu tampil di atas mimbar bebas mengenakan peci hitam dan menyampaikan pandangannya terkait sejumlah kebijakan pemerintah pusat.
Dengan gaya bicara yang tegas, ia menyoroti persoalan ekonomi yang menurutnya berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk keluarganya.
Dalam orasinya, Aang mengungkapkan keluhan yang kerap disampaikan ayahnya yang berprofesi sebagai sopir mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Ia menilai kondisi tersebut semakin membebani kehidupan masyarakat kecil.
Baca Juga :DPRD Ciamis Teken Kesepakatan dengan Mahasiswa, Delapan Aspirasi Siap Dikawal ke Tingkat Pusat
“Ayah saya bekerja sebagai sopir dan sering mengeluhkan kenaikan harga BBM. Karena itu kami tidak boleh diam, harus menyuarakan perubahan untuk kebaikan bersama,” ujar Aang di hadapan massa aksi.
Tak hanya menyinggung persoalan BBM, Aang juga menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataannya yang lugas memicu perhatian peserta aksi yang memadati halaman gedung dewan.
Kemampuan berorasi yang ditunjukkan Aang mendapat sorotan tersendiri.
Putra Deni WJ, pendiri lembaga pendidikan alternatif Sakola Motekar, itu dikenal sebagai anak yang aktif dan memiliki kepercayaan diri tinggi dalam berbagai kegiatan pembelajaran.
Berasal dari Dusun Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Aang disebut telah terbiasa terlibat dalam aktivitas yang mendorong kemandirian, kepemimpinan, serta keberanian menyampaikan gagasan di ruang publik.
Di lingkungan Sakola Motekar, ia dikenal sebagai siswa yang mampu menjalankan berbagai tanggung jawab secara mandiri, termasuk membantu mengenalkan sistem dan aturan sekolah kepada masyarakat sekitar.
Pengalaman tersebut dinilai turut membentuk kemampuan komunikasinya saat tampil di hadapan massa.
Baca Juga :Sakola Motekar kembali Gelar ‘Ngababar Hanca Diajar’, Anak Tampil Presentasikan Hasil Belajar
Sementara itu, aksi mahasiswa yang berlangsung di DPRD Ciamis diawali dengan long march dari kawasan Polsek Ciamis sekitar pukul 14.15 WIB.
Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ciamis Raya mengikuti kegiatan tersebut.
Koordinator Lapangan aksi, Nuralim, menjelaskan bahwa demonstrasi digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat.
“Kami menilai kebijakan yang ada tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat di daerah,” tegasnya.
Massa aksi turut meminta adanya evaluasi terhadap kebijakan yang dianggap berdampak langsung terhadap kondisi sosial dan ekonomi warga. (Hendri/PasundanNews.com)



















































