BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Sakola Motekar kembali menggelar kegiatan Ngababar Hanca Diajar di Lembur Kaulinan Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, sebagai ajang bagi peserta didik untuk mempresentasikan hasil proses belajar yang telah mereka jalani selama satu semester.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, akademisi, Ketua Pemuda Muhammadiyah Ciamis, para orang tua siswa, serta sejumlah komunitas pendidikan dan pegiat belajar.
Berbeda dengan kegiatan pembagian rapor pada umumnya, Ngababar Hanca Diajar memberikan ruang kepada anak-anak untuk menyampaikan hasil riset, proyek, karya, pengalaman, hingga refleksi pembelajaran mereka secara langsung di hadapan para tamu dan orang tua.
Sejak awal acara, panggung sepenuhnya diisi oleh para siswa. Mereka bertindak sebagai pembawa acara menggunakan tiga bahasa, yakni Indonesia, Sunda, dan Inggris tanpa mengandalkan hafalan.
Selain itu, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat, hingga presentasi berbagai karya juga dibawakan langsung oleh anak-anak.
Pegiat Sakola Motekar, Deni Weje, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan proses evaluasi pembelajaran yang lebih bermakna.
Baca Juga :Herdiat Kukuhkan Pengurus Baru Baznas Ciamis, Dorong Pengelolaan Zakat lebih Profesional
“Yang kami tampilkan bukan sekadar hasil akhir. Anak-anak menceritakan apa yang mereka pelajari, bagaimana prosesnya, tantangan yang dihadapi, hingga pelajaran yang mereka dapatkan selama satu semester,” ujarnya.
Menurut Deni, rapor tidak hanya dimaknai sebagai kumpulan nilai akademik, melainkan catatan perjalanan tumbuh dan berkembangnya setiap anak selama mengikuti proses pendidikan.
Usai sesi presentasi siswa, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan refleksi bertajuk Sekolah Merdeka yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pendidikan dan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Ciamis, Muharam Ahmad Zajuli, S.IP., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap kemampuan dan kepercayaan diri para siswa yang tampil dalam kegiatan tersebut.
“Dari apa yang dipersembahkan oleh anak-anak, kami patut mengapresiasi apa yang dicapai Sakola Motekar. Terutama dalam penggunaan bahasa. Bahasa Indonesia menjadi bahasa utama, Bahasa Sunda sebagai bahasa daerah yang harus tetap dipelihara, dan Bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang juga harus dikuasai,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pemuda Muhammadiyah Ciamis, Isa. Ia menilai pendekatan pendidikan yang diterapkan Sakola Motekar memiliki nilai positif dan layak menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya.
“Model pembelajaran di Sakola Motekar ini layak untuk diduplikasi di berbagai tempat di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Melalui kegiatan Ngababar Hanca Diajar, Sakola Motekar menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pengalaman belajar mereka secara terbuka.
“Proses belajar tidak diukur melalui angka, namun keberanian, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis yang tumbuh selama proses pendidikan berlangsung,” kata Isa. (Hendri/PasundanNews.com)



















































