Mahasiswa Teknik Mesin Unigal Uji Coba Mesin Sawut Portable, Tingkatkan Efisiensi Pengolahan Pakan Unggas. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Galuh (Unigal) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin sawut portable untuk membantu proses pengolahan bahan baku pakan unggas.

Inovasi tersebut diuji langsung di peternakan ayam milik Anang Kole di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, sebagai bagian dari penelitian tugas akhir.

Mesin tersebut merupakan hasil rancangan Cecep Fatwa Irhas Muharrom dan Aldian Saepul Rohman yang tengah menyelesaikan skripsi berjudul Perancangan dan Proses Manufaktur Mesin Sawut Portable untuk Pengolahan Bahan Baku Pakan Unggas.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui performa alat dalam kondisi operasional nyata sekaligus melihat manfaatnya bagi peternak.

Alat yang dikembangkan dirancang untuk mencacah atau menyawut bahan baku pakan agar memiliki ukuran yang lebih seragam sebelum memasuki tahapan pengolahan berikutnya.

Desainnya dibuat ringkas sehingga mudah dipindahkan dan praktis dioperasikan, terutama bagi peternak unggas skala kecil hingga menengah.

Cecep Fatwa Irhas Muharrom mengatakan, penerapan mesin tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses penyiapan pakan sekaligus mengurangi beban kerja peternak yang selama ini masih mengandalkan metode manual.

Baca Juga :Perumda Tirta Galuh Pastikan Layanan Air Bersih Tetap Stabil, Masyarakat Diminta Hemat Air Saat Kemarau

“Melalui alat ini kami ingin membantu peternak mempercepat proses penyiapan bahan baku pakan sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun tenaga,” ujarnya saat ditemui, Rabu (22/7/2026).

Senada dengan itu, Aldian Saepul Rohman menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga berorientasi menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, teknologi yang sederhana, mudah digunakan, dan sesuai kebutuhan lapangan menjadi fokus utama dalam pengembangan mesin tersebut.

Ia juga menyebutkan berbagai masukan dari pengguna akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan desain pada tahap berikutnya.

Pemilik peternakan ayam, Anang Kole, mengaku merasakan manfaat dari penggunaan mesin sawut portable tersebut. Ia menilai proses pencacahan bahan baku menjadi lebih cepat dengan hasil yang lebih seragam dibandingkan menggunakan cara konvensional.

“Mesin ini sangat membantu karena pekerjaan menjadi lebih singkat dan hasil cacahan lebih merata. Kami berharap inovasi seperti ini terus dikembangkan agar semakin sesuai dengan kebutuhan peternak,” katanya.

Dosen pembimbing utama, Ir. Heris Syamsuri, S.T., M.T., menegaskan bahwa penelitian di bidang rekayasa semestinya mampu menghasilkan produk yang tidak hanya memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.

Ia menilai implementasi hasil penelitian secara langsung di lapangan menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa memiliki nilai guna yang nyata.

“Kami terus mendorong mahasiswa menghasilkan teknologi yang aplikatif, inovatif, dan mampu mendukung peningkatan produktivitas sektor peternakan maupun bidang lainnya,” pungkasnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)