BERITA CIAMIS, PASUNDANEWS.COM – Kampung Randegan II, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, menorehkan prestasi di tingkat Jawa Barat setelah dinobatkan sebagai juara pertama Lomba Kampung Tertib Lalu Lintas tingkat Polda Jabar untuk kategori Polres Tipe B.
Penghargaan tersebut menjadi hasil dari keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun kebiasaan berlalu lintas yang aman dan tertib.
Program itu dijalankan melalui sinergi antara warga, Pemerintah Desa Raharja, serta jajaran Polres Banjar.
Kasat Lantas Polres Banjar AKP Priyo Sambodo mengatakan, capaian tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen kepolisian dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.
Ia menilai, keberadaan Kampung Tertib Lalu Lintas harus memberikan dampak nyata terhadap perilaku masyarakat, bukan sebatas memenuhi penilaian dalam sebuah perlombaan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas. Kami ingin Kampung Tertib Lalu Lintas tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi budaya masyarakat,” kata Priyo, Selasa (22/9/2026).
Menurut Priyo, pencapaian Kampung Randegan II tidak terlepas dari konsistensi masyarakat dalam mengikuti berbagai kegiatan edukasi serta menerapkan kebiasaan tertib berlalu lintas di lingkungan tempat tinggal.
Baca Juga :Belum Ada Anggaran dari Pemkot Banjar, Warga Desa Binangun Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
Kepala Desa Raharja Yayat Ruhiyat menyebut kesadaran warga menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan program tersebut.
Menurutnya, kepatuhan berlalu lintas seharusnya lahir dari kesadaran pribadi, bukan karena adanya pengawasan aparat.
“Yang paling utama adalah keselamatan itu bukan karena ada petugas, tetapi dimulai dari diri sendiri untuk menjaga keamanan dan keselamatan berlalu lintas,” ujar Yayat.
Ia berharap penghargaan yang diperoleh Kampung Randegan II tidak membuat kegiatan edukasi berhenti pada seremoni penerimaan hadiah.
Sebaliknya, program tersebut diharapkan terus dikembangkan agar dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.
“Kami mengharapkan penyampaiannya berkelanjutan, jadi tidak hanya seremonial belaka. Kami berharap ini menjadi sebuah wisata edukasi,” katanya.
Yayat juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan Kampung Randegan II dalam meraih penghargaan tingkat Polda Jabar.
“Program bagus ataupun bisa berhasil itu berkat partisipasi serta dukungan masyarakat. Yang paling utama adalah mindset ataupun pola pikir dan kesadaran masyarakat,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Kampung Randegan II diharapkan mampu mempertahankan budaya tertib berlalu lintas sekaligus menjadi contoh bagi lingkungan lain dalam membangun kesadaran keselamatan berkendara berbasis masyarakat.
(Hermanto/PasundanNews.com)



















































