BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Sebuah ruas jalan di Desa Pawindan, Kabupaten Ciamis, yang sebelumnya minim aktivitas mulai berubah menjadi ruang interaksi warga.
Perubahan itu digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis melalui kegiatan ‘Minggu Ulin’ dan senam bersama.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (9/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia di lingkungan desa agar memiliki fungsi sosial yang lebih optimal.
Ruas jalan yang sebelumnya cenderung lengang kini digunakan anak-anak untuk bermain dan masyarakat, khususnya kaum ibu, untuk berolahraga.
Aktivitas sederhana itu sekaligus membuka peluang terbentuknya ruang berkumpul yang lebih aktif di tengah masyarakat.
Ketua KKN Desa Pawindan, Hudan Badruttamam, mengatakan ide tersebut muncul setelah mahasiswa melakukan pengamatan terhadap kondisi dan potensi yang ada di lingkungan desa.
Menurutnya, pembangunan tidak selalu harus diawali dengan pembangunan fasilitas baru. Justru, sejumlah fasilitas yang telah tersedia dapat dikembangkan manfaatnya melalui keterlibatan masyarakat.
“Yang kami lihat bukan hanya apa yang kurang di desa, tetapi juga apa yang sebenarnya sudah tersedia dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Jalannya sudah ada, masyarakatnya ada, anak-anak dan ibu-ibu juga ada. Tinggal bagaimana ruang tersebut dihidupkan kembali,” kata Hudan.
Ia menjelaskan, konsep kegiatan tersebut mengedepankan pemanfaatan aset lokal dengan menempatkan warga sebagai bagian utama dari proses pemberdayaan.
Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut menggunakan sekaligus menjaga keberlanjutan ruang yang telah diaktifkan.
Ketua pelaksana kegiatan, Lala Fitari, mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), menyebut aktivitas tersebut juga memiliki perspektif ekonomi.
Menurut dia, keberadaan sebuah fasilitas baru akan memiliki nilai apabila mampu melahirkan aktivitas dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami belajar bahwa sebuah potensi tidak otomatis menghasilkan nilai. Dibutuhkan proses, pengelolaan, dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, ruang yang sudah ada kami coba berikan fungsi tambahan melalui aktivitas warga,” ujar Lala.
Ia menilai ‘Minggu Ulin’ dan senam warga tidak sekadar menjadi kegiatan rekreatif. Kehadiran masyarakat di ruang yang sebelumnya sepi dapat membangun kembali fungsi sosial kawasan tersebut.
“Kalau dilihat memang sederhana, ada anak-anak bermain dan ibu-ibu senam. Tetapi yang ingin dibangun sebenarnya adalah ruang publik. Ketika masyarakat mulai hadir, berinteraksi dan beraktivitas, ruang tersebut kembali mempunyai fungsi,” katanya.
Kolaborasi Jadi Kunci Tumbuhkan Potensi Masyarakat di Desa
Pelaksanaan program juga melibatkan sejumlah unsur di luar mahasiswa KKN. Mas Ahim turut membantu menggerakkan kegiatan di lapangan, sedangkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pemberdayaan tersebut.
Mas Ahim menilai inisiatif mahasiswa KKN menjadi contoh bahwa pengembangan desa dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang sudah dimiliki masyarakat.
“Pengembangan desa tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Potensi yang sudah ada justru perlu dikenali dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas. Apa yang dilakukan teman-teman KKN ini merupakan langkah positif untuk menggerakkan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga :Novel WBP Lapas Ciamis Diterjemahkan ke Enam Bahasa, Penerbit Siapkan Agenda Bedah Buku
Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada semangat pemberdayaan masyarakat.
Lembaga tersebut memandang penguatan ekonomi warga tidak cukup hanya melalui bantuan langsung, tetapi perlu dibarengi dengan upaya mendorong kemandirian dan kesempatan berkembang.
Perwakilan BAZNAS menyampaikan bahwa kegiatan berbasis masyarakat seperti yang dilakukan KKN Desa Pawindan memiliki semangat yang sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi.
“Bantuan tidak hanya dipahami untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Yang juga penting adalah bagaimana masyarakat memiliki daya dan kesempatan untuk berkembang secara mandiri,” jelasnya.
Bagi mahasiswa KKN, keberlanjutan menjadi salah satu tujuan utama program. Mereka berharap ruang yang telah mulai aktif tersebut tetap digunakan masyarakat meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
Hudan mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan selama KKN, tetapi dari sejauh mana masyarakat dapat meneruskannya secara mandiri.
“Targetnya bukan hanya kegiatan berjalan selama KKN. Kami ingin masyarakat melihat bahwa ruang ini merupakan milik bersama dan bisa terus digunakan setelah kami selesai,” katanya.
Dorong Kegiatan Produktif Warga untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa
Dari perspektif ekonomi lokal, meningkatnya aktivitas di ruang publik juga dinilai dapat membuka peluang baru. Interaksi warga yang semakin intensif berpotensi mendorong munculnya kegiatan produktif, termasuk aktivitas ekonomi berskala kecil di lingkungan sekitar.
Hudan menambahkan, program tersebut merupakan hasil dari proses pengamatan dan diskusi yang dilakukan mahasiswa KKN sebelum menentukan bentuk kegiatan.
Baca Juga :Bale Aksara Hadir di Langkaplancar Pangandaran, Dorong Budaya Literasi di Tengah Era Digital
“Konsep ini lahir dari proses membaca persoalan, kemudian kami turunkan ke dalam konteks dan kebutuhan teknis di desa. Jadi bukan sekadar membuat kegiatan, tetapi mencoba menerjemahkan gagasan yang kami diskusikan bersama menjadi program yang relevan dengan potensi masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan ‘Minggu Ulin’ dan senam warga akhirnya menjadi contoh sederhana bagaimana ruang yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat kembali memiliki fungsi.
Mahasiswa KKN Desa Pawindan mencoba menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari hal yang dekat dengan keseharian: memanfaatkan fasilitas yang ada, menghadirkan aktivitas, serta membangun keterlibatan warga.
Jika konsisten dijalankan, ruang tersebut berpotensi berkembang sebagai titik interaksi sosial sekaligus ruang tumbuhnya berbagai aktivitas masyarakat Desa Pawindan.
(Herdi/PasundanNews.com)



















































