Ketua Aliansi Pers Mahasiswa UNPI Cianjur Kecam Rektor Unsri, Persoalan UKT Buntut Masalahnya
Ketua Aliansi Pers Mahasiswa UNPI Cianjur Kecam Rektor Unsri, Persoalan UKT Buntut Masalahnya

Pasundan News – Ketua Alinea Pers Mahasiswa University Putra Indonesia (UNPI) Cianur mengecam Rektorat Universitas Sriwijaya atas skorsing yang diberikan kepada LPM Limas.

Skorsing tersebut terkait karikatur yang menuntut kebijakan keringan uang kuliah tunggal (UKT) di tengah krisis ekonomi yang sedang di alami masyarakat indonesia.

“Demikian juga kita sebagai mahasissa merasakan kesulitan untuk memenuhi kewajiban dan tanggung jawab sebagai mahasiswa membayar uang UKT,” ujar Wildansyah Firdaus
Ketua alinea pers UNPI Cianjur.

Menurutnya, teman-teman mahasiswa Unsri juga berhak untuk meminta keringan pembayaran uang kuliah tunggal.

“Jangan sampai pembredelan pers kampus menghilangkan marwah mimbar akademik yang segala sesuatu nya bisa di perdebatkan di diskusikan,” tuturnya.

Pihak kampus lanjutnya, tidak bisa sewenangnya memberikan skorsing tanpa membuktikan kesalahan yang sesuai aturan hukum yang berlaku. Baik itu aturan statuta kampus maupun aturan negara dalam lingkungan kampus.

“Penyelesaiannya harus merujuk pada kode etik jurnalistik dan uu nomor 40 thn 1999,” katanya.

“Saya menuntut pihak univeristas sriwijaya bisa menghormati kerja-kerja jurnalistik dalam lingkungan kampus. Menyelesaikan perkara jurnalistik melalui mimbar jurnalistik,” sambungnya.

Wilda menuturkan produk pers kampus adalah produk jurnalistik yang bisa di pertanggung jawabkan.

“Jangan sampai birokrasi kampus membuat hegemoni yang meruksak demokrasi di lingkungan kampus dengan melalukan pembredelan pada pers kampus, jelasnya.

Menurutnya, pembungkaman pemikiran kritis dari mahasiswa merupakan bentuk dari otoritarianisme. Karena kritisasi di perlukan sebagai bentuk dari intropeksi diri atas kesalahan dan ketidak sesuaian terhadap suatu permasalahan.

“Saya berharap di universitas sriwijaya tidak ada upaya pembungkaman terhadap data kritis pemikiran mahasiswa LPM limas,” jelasnya.

“Apalagi mengenai tuntutan pengurangan pembayaran UKT di tengah krisis ekonomi dan kesehatan. Harusnya pihak kampus bisa memberikan solusi keringan untuk kawan kawan mahasiswa Universitas Sriwijaya,” tutupnya. **

Artikel sebelumyaUsai Disidang Langgar PPKM, Owner Cafe Holymeet Sampaikan Permohonan Maaf
Artikel berikutnyaAktivis Sumsel Datangi Mabes Polri, Minta Kapolri Copot Kapolda Sumsel