BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Kawargian Majeti, lingkungan Siluman, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar.
Kedatangan mereka untuk melakukan audiensi terkait kirab budaya dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat di Bandung.
Audiensi ini digelar di aula Disdikbud Kota Banjar dan dihadiri berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, seniman, dan budayawan, Kamis (21/8/2025).
Ketua Kawargian Majeti, Dudi Iskandar, menyampaikan kekecewaannya terhadap kontingen dari Kota Banjar pada kirab budaya yang dianggap menyimpang dari sejarah asli Pulo Majeti.
“Properti yang digunakan dalam kirab tersebut jauh menyimpang dari sejarah Pulo Majeti,” ujarnya
Ia juga menyoroti penggunaan nama dua tokoh sakral dalam narasi kirab, yaitu Prabu Selang Kuning dan Ratu Gandawati.
“Kedua tokoh itu sangat disakralkan dan sangat dihormati oleh Kawargian Majeti. Kalau mau membawakan sejarah Pulo Majeti, harus ada izin dari kami,” imbuh Dudi.
Baca Juga : Komisi II DPRD Kota Banjar Sidak Sejumlah Kios di Sepadan Sungai Citanduy
Kekecewaan juga muncul karena kirab dibawakan oleh kelompok dari luar Kawargian, dan tanpa koordinasi dengan masyarakat adat yang berkepentingan langsung.
Dudi menekankan bahwa Kawargian Majeti bukan hanya berasal dari lingkungan Siluman, tetapi juga banyak dari luar Kota Banjar.
“Benar, kami berada di kampung Siluman, namun kami jangan di ‘silumankan’ (dianggap tidak ada), kami itu ada, sehingga jangan seenaknya, minimal ada komunikasi lah dari pihak dinas,” ujar Dudi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikbud Kota Banjar, Dedi Suardi, secara terbuka mengakui kesalahan dinasnya dan menyampaikan permohonan maaf.
“Tidak ada anak buah yang salah, saya sebagai pimpinan yang salah. Untuk itu kami, atas nama bidang kebudayaan Disdikbud Kota Banjar, meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Kawargian Majeti atas kegaduhan ini,” ungkapnya.
Audiensi turut dimediasi oleh Camat Purwaharja, Rina Purnama Sari, bersama Danramil Banjar, Kapolsek Banjar, dan Wakapolsek Purwaharja, serta Lurah Purwaharja. Rina menyebut bahwa kejadian ini murni akibat miskomunikasi.
“Ini hanya miskomunikasi, ke depan jangan sampai terulang lagi,” pesannya.
Pertemuan berlangsung damai dan menghasilkan kesepahaman bersama. Permintaan maaf dari pihak dinas diterima dengan lapang dada oleh Kawargian Majeti. Audiensi ditutup dengan saling bersalaman dan saling memaafkan, disaksikan sejumlah tokoh budayawan Kota Banjar.
(Hermanto/PasundanNews.com)



















































