Sekretaris Daerah Herman Suryatman. Foto/Humas Pemprov Jabar

BERITA JABAR, PASUNDANNEWS.COM – Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang terpapar judi online cukup besar.

“Sebanyak 535.000 orang terpapar (masyarakat) dengan transaksi Rp 3,8 triliun,” ujar Sekretaris Daerah Herman Suryatman di Kota Cirebon, pada Minggu (7/7/2024).

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya berkomitmen memberantas judi online dan pinjaman online ilegal yang marak terjadi di Jabar.

Berdasarkan dari data Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK), Jabar menjadi salah satu provinsi yang banyak mengakses judi online.

Sebelumnya, Herman mengungkapkan, Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin telah membuat Surat Edaran (SE) larangan bagi pegawai ASN dan BUMD di Jabar.

“Sanksi disiplin akan diberikan bagi pegawai yang melanggar,” tegasnya.

Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 98/KPG.03.04/INSPT mengenai Larangan Judi Online dan Judi Konvensional, dikeluarkan tanggal 27 Juni 2024.

SE itu disebarkan ke seluruh OPD, BUMD dan Pemda Kabupaten Kota se-Jabar.

“Jika ada oknum pegawai ASN dan BUMD yang terlibat, kami akan proses dengan ketentuan yang berlaku. Kita mempunyai PP tentang disiplin ASN,” kata Herman.

“Kita harapkan tidak ada satu pun ASN dan pegawai BUMD yang terlibat judi online. Apabila sudah tanggung (terlibat), tentu kami meminta mulai saat ini dan ke depan tidak diulangi kembali,” ujarnya.

“Pemprov Jabar dan Forkopimda Jabar semua berkomitmen untuk memberantas judi online dan judi konvensional di Jabar. Jadi tidak boleh ada ruang sama sekali,” tandas Herman.

(Herdi/PasundanNews.com)

Artikulli paraprakCamat Purwaharja Bersama Jaber Kota Banjar Kunjungi Iyan Herdian, Pelukis Disabilitas Berbakat
Artikulli tjetërHKP ke-52, Pertanian Berkelanjutan di Ciamis Menjadi Upaya Kolaboratif Pemda dan Petani