Wakil Sekretaris Umum Badko HMI Jawa Barat, Hilman Hadaffi. Foto/Istimewa

BERITA JABAR, PASUNDANNEWS.COM – Untuk mengungkap aliran dana Doni Salmanan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri terus melakukan penelusuran.

Berkenaan dengan itu, menurut Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol. Reinhard Hutagaol, pemberian hadiah dan uang kepada sejumlah publik figur diduga menjadi modus Doni Salmanan.

Sebagai upaya mempromosikan diri sehingga menarik orang untuk trading di Binary Option Quotex, di mana dia sebagai afiliatornya.

Menanggapi hal ini, Badko HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Jawa Barat melalui Wakil Sekretaris Umumnya, Hilman Hadaffi menduga ada aliran dana dari Dony Salmanan kepada Kepala Daerah.

“Kami menduga ada aliran dana dari Doni Salamanan, kepada Kepala Daerah di Jawa Barat. Ini harus diperiksa dan disampaikan kepada publik oleh polri dan PPATK,” kata Hilman, Minggu (22/5/2022).

Sebagaimana penelusuran Pasundan News, Hilman menyampaikan bahwa HMI Badko Jawa Barat dalam waktu dekat akan berkirim surat kepada PPATK.

Guna meminta dibukanya aliran dana dari Dony Salmanan kepada Kepala Daerah di Jawa Barat.

Hilman melanjutkan, pihaknya memiliki dasar atas dugaan itu. Serta mendorong agar Polri dan PPATK untuk memeriksa aliran dana dari Doni Salmanan.

“Dugaan kami tentu berdasar. Untuk itu kami mendorong kepada pihak Polri dan PPATK untuk memeriksa dan membuka aliran dana dari Doni Salmanan kepada siapa saja,” katanya.

Ia melanjutkan, bahwa jangan ada aliran dana kepada publik figur saja yang dibuka oleh Polri dan PPATK.

“Kita yakinkan kepada PPATK dan Polri bahwa BADKO HMI Jawa Barat seratus persen bersama PPATK dan Polri mendukung penuh pengungkapan ini,” ucapnya.

Menurut Hilman, PPATK tidak perlu ragu dan takut untuk membuka aliran dana dari Saudara Doni Salmanan kepada salah satu Kepala Daerah di Jawa Barat.

“Karena Badko HMI Jawa Barat akan mem-back-up PPATK dan Polri,” tuturnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini, pihaknya sama sekali belum melihat ada Kepala Daerah di Jawa Barat yang datang ke Mabes Polri.

“Sampai saat ini, kita, masyarakat, dan publik, sama sekali belum melihat ada Kepala Daerah di Jawa Barat yang datang ke Mabes Polri untuk mengembalikan uang yang sudah diterima dari Doni Salmanan,” imbuhnya.

Hilman menegaskan Badko HMI Jabar akan tetap mengawal isu tersebut sampai tuntas.

“Untuk itu, kita desak untuk buka saja datanya,” pungkasnya. (Dry/P1/PasundanNews.com).

Artikel sebelumyaBupati Purwakarta Tegaskan Peran Program Keluarga Berencana di Lapangan
Artikel berikutnyaWasekjen Demokrat Nilai Reog Ponorogo Khas Nusantara, Jangan Sampai di Klaim Bangsa Lain