BERITA JABAR, PASUNDANNEWS.COM – Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat memberikan apresiasi terhadap langkah konkret Kodam III/Siliwangi dan Gubernur Jawa Barat dalam memperkuat fasilitas layanan kedaruratan masyarakat.
Penguatan fasilitas ini dinilai penting sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi berbagai ketidakpastian situasi di wilayah Jawa Barat.
Badko HMI menyampaikan bahwa penguatan fasilitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini sangat mendesak.
“Apresiasi tersebut didasari oleh tingginya dinamika dan eskalasi kejadian di Jawa Barat dalam satu tahun terakhir, mulai dari rentetan bencana alam hingga aksi demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025 lalu,” ujar Sekretaris Umum Badko HMI Jabar, Fahriz Zul Azhar, Senin (10/8/2026).
Ketua Umum Badko HMI Jawa Barat Siti Nurhayati menambahkan, penguatan fasilitas tersebut perlu berorientasi kepada pelayanan publik.
“Kami juga memandang evaluasi dana hibah sebagai bagian penting dari upaya memastikan setiap dukungan anggaran seperti hibah dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat maksimal,” tambahnya.
Badko HMI apresiasi sejumlah perkuatan fasilitas tersebut, meliputi, pertama fasilitas kesehatan cepat tanggap.
Baca Juga :Bale Aksara Hadir di Langkaplancar Pangandaran, Dorong Budaya Literasi di Tengah Era Digital
“Kedua, fasilitas pengendalian bencana, penguatan sarana untuk mengendalikan titik-titik rawan bencana, salah satunya di kawasan Sungai Citarum,” tambahnya.
Ketiga, fasilitas pengamanan, sarana prasarana penunjang untuk menjaga stabilitas, ketertiban, dan keamanan wilayah.
Keempat, fasilitas pendukung operasional, berbagai kelengkapan lainnya yang membantu memastikan Kodam III/Siliwangi tetap menjadi garda terdepan dalam membantu, mencegah, serta menjaga kondusivitas masyarakat Jawa Barat.
Baca Juga :Ahmad Hidayat Nahkodai KAHMI Jabar 2026–2031, Dedi Mulyadi Dorong Intelektual Hadirkan Solusi Nyata
“Sinergi antara Kodam III/Siliwangi dan Pemprov Jabar ini diharapkan bisa memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal kepada warga saat menghadapi situasi darurat,” tegas Siti.
Sejalan dengan itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen, Kosasih, S.E., berharap dana hibah yang diterima dapat terus diefektifkan dan dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat Jawa Barat.
“Dengan evaluasi dan pengawasan yang berjalan baik, dukungan anggaran diharapkan mampu memperkuat kapasitas Kodam III/Siliwangi sebagai salah satu unsur yang membantu pemerintah dalam menghadapi bencana, memberikan pelayanan darurat, menjaga lingkungan, serta mempertahankan kondusivitas masyarakat Jawa Barat,” jelasnya.
Melalui dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, perkuatan fasilitas yang diterima oleh Kodam III/Siliwangi difokuskan pada sektor-sektor strategis yang berdampak langsung pada publik.
Ia juga mendukung adanya evaluasi Dana Hibah dari semua elemen masyarakat Jawa Barat, termasuk elemen mahasiswa seperti Badko HMI Jabar.
“Kami mendukung adanya evaluasi dana hibah untuk kebaikan dan kemajuan Jawa Barat,” ujar Mayjen Kosasih, S.E.
Selain sektor kesehatan, dukungan juga diarahkan pada keberlanjutan program Citarum Harum/Citarum Lestari. Program tersebut berkaitan dengan upaya menjaga dan merevitalisasi ekosistem lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Dana hibah juga mendukung penyediaan alat perlengkapan (alkap) penanggulangan bencana. Peralatan tersebut dibutuhkan untuk memperkuat kemampuan personel dalam melakukan evakuasi, pertolongan, maupun penanganan di lokasi terdampak bencana.
Penguatan fasilitas ini berkaitan dengan kebutuhan menghadapi berbagai situasi keamanan dan menjaga kondusivitas wilayah.(Maul/PasundanNews.com)



















































