Beranda Opini Cinta Sukabumi

Cinta Sukabumi

foto; Istimewa

Oleh: Yanggimas Anggara (Kandidat Ketua Umum HMI Sukabumi 2020-2021)

PASUNDANNEWS.COM, – Kota Sukabumi merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang mengalami perkembangan pesat dibanding daerah lainnya. Mula-mulanya Sukabumi adalah pemukiman penduduk bagian dari wilayah pemerintah district geoneoung parang, onderafdeeling tjiheulang yang merupakan dari bagian dari afdeeling tjiandjour, residentie preanger (regeering almanaks tahun 1872). Dalam cacatatan Hindia Belanda nama Sukabumi pertama kali digunakan oleh Andreas de Wilde, seorang ahli bedah dan administatur perkebunan kopi dan teh yang berkebangsaan belanda, dan sekaligus beliau adalah orang yang memperkenalkan Sukabumi ke dunia luar.
Sukabumi yang berawal dari sebuah distrik berkembang menjadi gemeente (Kotapraja).

Perkembangan ini mungkin terjadi karena letak wilayah sangat strategis terutama setelah dibangun jalan oleh Daendels. Sehingga produksi penanaman teh dan kopi di Sukabumi semakin pesat dan akhirnya Sukabumi menjadi faktor penarik penduduk disekitar untuk datang ke Sukabumi. Mereka datang untuk mengadu nasib untuk meningkatkan taraf hidupnya. Pada akhirnya Sukabumi tumbuh menjadi pusat perekonomian.

Dilihat dari historis Sukabumi, saya selaku putra daerah asli Sukabumi bangga menjadi salah satu tulang punggung kelanjutannya tanah pasundan ini atau yang biasa masyarakat umun kenal dengan sebutan Sukabumi. Ditambah lagi keharusan saya untuk lebih mengenal Sukabumi ini ketika saya masuk ke dalam suatu wadah organisasi kemahasiswaan, yang dimana organisasi tersebut saya kenal dengan sebutan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Dari organisasi ini pula kecintaan saya terhadap Sukabumi semakin besar. Kurang rasanya ketika mengungkapkan sebuah rasa kecintaan terhadap tanah kelahiran tanpa dibuktikan dengan mengabdikan diri untuk ikut serta membangun masyarakat dan wilayah dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang saya miliki atas kemampuan itu sendiri. Oleh karena itu saya hadir atas nama cinta kepada tanah kelahiran (Sukabumi) dengan merepleksikan nilai-nilai kebangsaan untuk kelangsungan sukabumi demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

Disisi lain kecintaan terhadap Sukabumi sangat berpengaruh pada keutuhan Sukabumi itu sendiri. Coba kita hitung mundur kepada masa lalu, kita tahu bahwa Sukabumi pernah dijajah oleh sekutu dan itu masa-masa kelam dan bersejarah bagi tanah kelahiran tercinta kita ini, kita pun semua tahu banyak pejuang-pejuang Sukabumi yang rela mati demi mempertahankan Sukabumi ini.

Apakah kita pernah bertanya, untuk apa orang tua kita melakukan hal itu? Tiada lain atas nama kecintaannya terhadap tanah Sukabumi ini demi kelangsungan anak cucunya dimasa yang akan datang dengan harapan terwujudkan kesejahtraan bagi masyarakat Indonsia umumnya dan bagi masyarakat sukabumi khususnya. Dan apakah layak kita sebagai generasi penerus bangsa menenyia-nyiakan pengorbanan mereka? Kita bahkan tidak mencintai tanah kelahiran kita sendiri, kita menganggap rendah Sukabumi ini dan malu menjadi orang Sukabumi. Bukankah Sukarno pernah berkata bahwa ‘bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya’. Oleh karena itu kita sebagai generasi muda yang sadar akan hak dan kewajiban serta peran dan tanggung jawab dalam mempertahankan kelangsungan sukabumi ini dalam segala hal bentuk apapun. Kita pasti pernah mendengar adanya penjualan beberapa tanah di tempat kelahiran kita ini kepada pihak asing, kenapa mereka berbuat seperti itu? Karna mereka tidak mencintai tanah kelahirannya, dan itu mengindikasikan betapa rendahnya bangsa ini di dalam pandangan warga asing.

Apakah kita sudah mampu mencitai tanah kelahiran kita ini? Karena pada dasarnya cinta saja tidak cukup, kita harus berjuang dan melakukan yang terbaik. Sama halnya pejuang yang memerdekakan bangsa ini, mereka bukan hanya sekedar cinta kepada tanah kelahirannya ini. Tetapi mereka juga berjuang tanpa pamrih untuk kesejahtraan tanah kelahirannya, sama halnya jikalau kita mencintai seseorang pasti perlu membuktikan bahwa kita mencintainya.

Kita berjuang di sini bukan diminta untuk berperang lagi demi merebut kemerdekaan dari kaum penjajah. Tetapi kita berjuang didalam ranah akademis, pencipta serta pengabdikan diri demi kesejahtraan bersama. Sehingga mampu menjadikan diri kita ini sebagai generasi bangsa yang berkualitas dan mampu bersaing di dalam era teknologi ini.

Itulah alasan kita selalu diminta untuk terus menuntut ilmu agar mampu mencapai cita-cita tanah kelahiran kita ini dengan cara-cara yang benar. Apakah kita semua siap menjadi generasi-generasi penerus Sukabumi yang berkualitas dan hebat? Maka katakan AKU SIAP!!, jangan pernah takut keliru ketika terjun untuk ikut serta membangun Sukabumi tanah kelahiran kita ini, namun berangkatlah dari kekeliruan itu sendiri, karena pada dasarnya kesalahan belum tentu salah ketika masih hendak untuk memperbaikinya, tetapi kesalahan yang sesungguhnya adalah kesalahan yang tidak pernah sama sekali diperbaiki. Untuk itu mari kita sama-sama berproses dalam merawat tanah kelahiran kita ini ke dalam ranah yang lebih positif, progres dan bersih, bertekad mengabdikan Dharma Bhakti untuk mewujudkan kesejahtraan serta mengioptimalkan kecintaan kita terhadap sukabumi ini menuju masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. ‘Aku cinta tanah kelahiranku, aku pasundan, aku sukabumi’.

(pasundannews/arch)