BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Camat Purwaharja, Rina Purnama Sari, mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Hildan (14), warga Dusun Cibentang, Desa Mekarharja, yang tenggelam di Muara Sungai Cijolang, Kota Banjar. Tragedi ini terjadi pada Minggu (13/7/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.
Rina juga turut serta dalam pencarian korban bersama tim gabungan dari BPBD, yang akhirnya jasad korban ditemukan pada Selasa (15/7/2025) pukul 10.15 WIB, sekitar 15 meter dari titik awal tenggelam.
“Peristiwa ini sangat tragis dan kami semua merasa sangat berduka. Saya pribadi, bersama pemerintah kecamatan, ikut merasakan kehilangan ini dan turut memberikan dukungan moral kepada keluarga korban,” ujar Rina.
Hildan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah tim gabungan melakukan pencarian selama dua hari. Proses pencarian berlangsung di sepanjang aliran muara sungai Cijolang dengan upaya keras dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, dan relawan Jabar Bergerak, serta masyarakat setempat.
Baca Juga :Tiga Hari Pencarian, Tim Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Muara Sungai Cijolang Kota Banjar
“Kami terus berkoordinasi dengan tim pencarian dan memberikan dukungan semaksimal mungkin agar proses pencarian bisa berjalan lancar,” imbuh Rina.
Korban yang diduga tenggelam akibat terbawa arus sungai saat berenang di sekitar muara, ditemukan dalam jarak 15 meter dari lokasi awal kejadian.
Tim gabungan langsung mengevakuasi jasad korban ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah di RSUD Kota Banjar untuk proses selanjutnya.
“Saya juga turut mendampingi keluarga korban. Kehilangan seorang anak tentu sangat berat, dan kami berharap keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” kata Rina.
Hildan, yang merupakan warga Dusun Cibentang, Desa Mekarharja, dikenal sebagai anak yang ceria dan aktif di lingkungan sekitar.
Tragedi ini mengejutkan banyak pihak, termasuk teman-teman dan warga setempat yang merasa kehilangan sosok yang sangat dikenal di desa mereka.
Atas kejadian ini, pemerintah Kecamatan Purwaharja mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika musim hujan yang dapat meningkatkan debit air dan arus yang lebih deras.
“Kami juga akan meningkatkan sosialisasi terkait keselamatan di area aliran sungai untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” pungkasnya.
(Hermanto/PasundanNews.com)




















































