BERITA JABAR, PASUNDANNEWS.COM – Bank bjb mendorong generasi muda untuk mengambil peran dalam pengembangan ekonomi desa melalui program Gen Z Bisa.
Program tersebut salah satunya diwujudkan dengan melibatkan anak muda sebagai Agen Laku Pandai atau Agen bjb Bisa untuk memperluas akses layanan keuangan di wilayah perdesaan.
Program tersebut diperkenalkan dalam Kick Off Festival Duta Desa Gen Z 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan mengangkat tema “Kembali Ke Desa, Tajir Melintir” dan mempertemukan pemerintah, perbankan, dunia usaha, organisasi desa, serta generasi muda.
Corporate Secretary bank bjb, Irwan Riswandi, mengatakan keterlibatan generasi muda diperlukan untuk mendorong pemanfaatan potensi ekonomi yang ada di desa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
“Generasi muda memiliki ruang yang besar untuk ikut menggerakkan ekonomi desa. Melalui Gen Z Bisa, mereka tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga dapat berperan sebagai penghubung layanan keuangan bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Irwan, dalam keterangan nya pada Kamis (10/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Operasional bank bjb Herfinia secara simbolis menyerahkan rompi dan topi Gen Z Bisa kepada perwakilan generasi muda yang menjadi Agen bjb Bisa.
Keberadaan agen tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat desa mengakses berbagai transaksi keuangan tanpa harus mendatangi kantor bank. Layanan agen juga menjadi salah satu upaya memperluas inklusi keuangan di wilayah yang akses perbankannya masih perlu diperkuat.
Salah satu Agen bjb Bisa, Muhammad Ribkhi Aprilaganta, mengatakan masyarakat mulai memanfaatkan layanan
tersebut untuk berbagai kebutuhan transaksi.
“Warga bisa membayar PBB, pajak kendaraan, sampai transfer. Setelah mencoba, mereka merasakan prosesnya lebih cepat dan praktis karena tidak perlu antre,” kata Ribkhi.
Menurutnya, menjadi agen juga memberikan peluang penghasilan tambahan sekaligus kesempatan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan transaksi keuangan.
Ribkhi mengajak generasi muda agar tidak menunggu untuk berkontribusi terhadap lingkungan sekitar. “Jangan ragu melangkah dari hal kecil. Gen Z Bisa, Bangun Desa, Bangun Indonesia,” ujarnya.
Festival Duta Desa Gen Z 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pertunjukan seni tradisional Banten, kuis, paparan, diskusi, serta prosesi peluncuran program.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, serta jajaran pemerintah daerah dan organisasi desa.
Dari bank bjb, kegiatan dihadiri Direktur Operasional Herfinia, CEO Regional 4 Mohammad Mufti, dan Pemimpin Cabang bank bjb KCK Banten Faridha Siregar.
Irwan menuturkan, pengembangan ekonomi desa tidak terlepas dari kemampuan masyarakat dalam mengelola berbagai potensi lokal. Sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, produk lokal, hingga usaha berbasis digital dinilai dapat menjadi sumber aktivitas ekonomi produktif.
“Potensi desa perlu diikuti dengan kemampuan pengelolaan usaha dan akses keuangan yang memadai. Karena itu, literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian yang penting dalam mendorong masyarakat mengembangkan kegiatan ekonominya,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran generasi muda di desa dapat menjadi salah satu faktor pendorong munculnya inovasi baru. Anak muda dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan potensi lokal dengan pendekatan teknologi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pasar.
Bank bjb juga melihat kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, organisasi desa, dan generasi muda sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi perdesaan.
Melalui program Gen Z Bisa, bank bjb berupaya memperluas jangkauan layanan sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi di lingkungannya.
Ke depan, bank bjb akan melanjutkan sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, organisasi desa, dan kelompok generasi muda untuk memperkuat literasi serta inklusi keuangan.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak anak muda melihat desa sebagai ruang untuk membangun usaha, menciptakan inovasi, dan ikut memperkuat perekonomian daerah. (Herdi/PasundanNews.com)



















































