BERITA JABAR, PASUNDANNEWS.COM – Kesadaran menyiapkan kebutuhan finansial untuk masa pensiun didorong untuk dibangun sejak usia produktif.

Hal tersebut menjadi perhatian Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bank bjb melalui kegiatan Bulan Dana Pensiun 2026 yang digelar di Lapangan Saparua, Kota Bandung, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya terkait perencanaan keuangan jangka panjang. Masyarakat diajak memahami bahwa persiapan pensiun tidak harus menunggu seseorang memasuki usia menjelang pensiun.

Corporate Secretary bank bjb, Irwan Riswandi, mengatakan perencanaan dana pensiun perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengelolaan keuangan sejak seseorang masih berada dalam usia produktif.

“Persiapan masa pensiun sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Dengan waktu yang lebih panjang, masyarakat dapat membangun dana pensiun secara bertahap sesuai kemampuan finansial masing-masing,” ujar Irwan dalam keterangannya pada Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, kebiasaan mengatur pengeluaran, menyisihkan sebagian pendapatan, dan menentukan instrumen keuangan untuk tujuan jangka panjang dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesiapan menghadapi masa pensiun.

Melalui DPLK, bank bjb turut memperkenalkan konsep dana pensiun sebagai salah satu instrumen yang dapat digunakan masyarakat dalam menyusun perencanaan finansial jangka panjang.

Pemahaman yang memadai diharapkan membuat masyarakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan saat ini, tetapi juga memperhitungkan keberlangsungan kualitas hidup setelah masa kerja berakhir.

Irwan menilai kemampuan finansial setiap orang berbeda sehingga persiapan pensiun perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Besaran penghasilan tidak semestinya menjadi alasan untuk menunda perencanaan.

“Tidak harus menunggu penghasilan besar untuk mulai menyiapkan masa depan. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan secara konsisten dan menyesuaikannya dengan kemampuan masing-masing,” katanya.

Bulan Dana Pensiun 2026 juga diisi dengan kegiatan yang menggabungkan edukasi finansial, aktivitas kesehatan, interaksi sosial, dan kebersamaan masyarakat.

Pendekatan tersebut menegaskan bahwa kesejahteraan di masa pensiun tidak hanya berkaitan dengan kesiapan ekonomi.

Baca Juga :bank bjb Perbarui MoU dengan YKEP, Kerja Sama Perbankan Menjangkau Pendidikan dan Kesehatan

Kondisi kesehatan dan kehidupan sosial juga menjadi bagian penting agar seseorang tetap dapat menjalani masa pensiun secara produktif. Karena itu, persiapan menghadapi masa pensiun dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak sebatas mengumpulkan dana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, Direktur Pengawasan Dana Pensiun OJK Pusat Dinar Sukmasari, Asisten Daerah II Kota Bandung Dudy Prayudi, Direktur Kepatuhan bank bjb Asep Dani Fadillah, Ketua Dewan Pengawas DPLK bank bjb Nur Hasan Kurniawan, serta Ketua Pengurus DPLK bank bjb Rinda Merindawati.

Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan finansial dan akses terhadap layanan keuangan.

Menurut Irwan, peningkatan literasi menjadi salah satu kunci agar masyarakat mampu menentukan keputusan finansial secara lebih terukur. Pengetahuan tersebut mencakup kemampuan menyusun prioritas kebutuhan, mengelola pendapatan, sekaligus menetapkan tujuan keuangan jangka panjang.

“Literasi keuangan membantu masyarakat melihat kondisi finansial secara lebih utuh. Bukan hanya bagaimana memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga bagaimana mempersiapkan kehidupan di masa mendatang,” tutur Irwan.

DPLK bank bjb berkomitmen melanjutkan kegiatan edukasi yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Materi mengenai perencanaan pensiun akan terus didorong agar mudah dipahami dan relevan dengan kondisi masyarakat dari berbagai kelompok.

Melalui kampanye “Siap untuk Masa Depanmu”, bank bjb mendorong masyarakat membangun kesiapan finansial secara lebih disiplin dan berkelanjutan.

Persiapan yang dilakukan sejak dini diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalani masa pensiun secara lebih mandiri dan sejahtera. (Herdi/PasundanNews.com)