BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Ribuan warga Kabupaten Ciamis memadati Alun-Alun Ciamis untuk mengikuti Shalat Istisqo, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ciamis di tengah kemarau berkepanjangan yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekurangan air.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Shalat Istisqo juga diikuti ulama, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, aparatur sipil negara (ASN), santri, serta pelajar.
Pelaksanaan ibadah tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor 400.8.2.3/1.671-Kesra.01/2026 tertanggal 2 Oktober 2026 mengenai imbauan pelaksanaan Shalat Istisqo Tahun 1448 H/2026 M.
Dalam pelaksanaannya, KH. Bukhori Muslim dipercaya sebagai imam. Sementara khutbah disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, KH. Saeful Ujun.
Herdiat mengatakan kondisi kekeringan yang berlangsung di sejumlah daerah tidak hanya menyulitkan warga dalam memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan tekanan terhadap sektor pertanian.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Shalat Istisqo sebagai sarana untuk melakukan evaluasi diri sekaligus memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT.
“Marilah kita introspeksi diri karena mungkin masih banyak kesalahan dan kekhilafan yang kita lakukan, baik sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, mengabulkan doa kita dan memberikan keberkahan bagi Kabupaten Ciamis,” ujar Herdiat.
Baca Juga :Herdiat Optimistis PSGC Mampu Bersaing dengan Klub Liga 1 di League Cup
Menurutnya, petani menjadi salah satu kelompok masyarakat yang turut merasakan dampak langsung dari kemarau.
Keterbatasan air dapat mengganggu aktivitas pertanian dan berpotensi memengaruhi hasil produksi.
Herdiat pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan warga yang terdampak agar tetap diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Kita juga mendoakan saudara-saudara kita, terutama para petani dan masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Semoga diberikan kekuatan, kesabaran dan kemudahan dalam menghadapi kondisi ini,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Ciamis tetap diminta tidak hanya mengandalkan ikhtiar spiritual. Herdiat menegaskan jajaran pemerintah daerah harus terus menjalankan langkah konkret untuk mengurangi dampak kekeringan.
Penanganan terutama diarahkan pada penyediaan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, perlindungan sektor pertanian, serta berbagai kebutuhan dasar warga yang terdampak akibat menurunnya ketersediaan air.
Herdiat menilai persoalan kekeringan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, kata dia, perlu berjalan bersama ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat untuk menghadapi dampak kemarau.
“Mari kita bergandengan tangan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi persoalan ini,” pungkasnya.
Shalat Istisqo tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan kekeringan membutuhkan keseimbangan antara ikhtiar spiritual dan langkah nyata di lapangan.
Pemkab Ciamis bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat upaya menghadapi dampak kemarau yang masih berlangsung. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































