BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Kepedulian Polres Banjar yang akan membantu merenovasi rumah milik Tata Permana (46), warga Dusun Sukamulya, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Di sisi lain, lambannya respons pemerintah terhadap kondisi warga kurang mampu kembali menjadi sorotan.
Rumah yang dihuni Tata bersama kedua adiknya tersebut mengalami kerusakan berat pada bagian atap. Kayu-kayu penyangga telah patah sehingga atap nyaris ambruk dan hanya ditopang bambu serta lemari agar tidak roboh. Kondisi itu dinilai sangat membahayakan keselamatan penghuni rumah.
H. Yosef Firmansyah, tokoh masyarakat setempat, mengaku bersyukur setelah mengetahui Polres Banjar siap turun tangan membantu renovasi rumah tersebut. Menurutnya, langkah cepat aparat kepolisian menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih kepada Polres Banjar yang begitu cepat tanggap dan peduli terhadap kondisi Pak Tata. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga yang memang sudah lama hidup dalam kondisi memprihatinkan,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga :Polres Banjar Siapkan Renovasi Rumah Warga Sukamukti yang Nyaris Roboh, Kapolres Turunkan Tim Survei
Ia menilai pemerintah desa maupun pihak terkait seharusnya lebih jeli dalam mendata dan merespons warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Menurutnya, bantuan sosial maupun program perbaikan rumah harus diberikan tepat sasaran agar tidak ada warga yang terabaikan.
“Ke depan saya berharap pemerintah desa lebih peka dan tanggap. Bantuan harus benar-benar tepat sasaran, jangan sampai warga yang kondisinya sangat memprihatinkan justru terlewat,” tegasnya.
Yosef juga mengungkapkan, selama ini Tata Permana tidak pernah menerima bantuan Program Harapan Keluarga (PKH). Bahkan, usulan bantuan renovasi rumah dari salah satu program kementerian yang pernah diajukan sebelumnya juga tidak pernah terealisasi hingga akhirnya gugur.
Ia menambahkan, rumah Tata juga pernah diusulkan untuk mendapat bantuan renovasi dari salah satu kementerian, tetapi akhirnya lepas dan tidak mendapatkannya.
“Beruntung sekarang ada Polres Banjar yang cepat tanggap dan lebih peka terhadap kondisi warga. Ini menjadi pelajaran agar pemerintah lebih responsif terhadap masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































