BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cibeureum di Kota Banjar terus melakukan pembenahan dalam sistem pengelolaan sampah.
Di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar, pengelolaan kini mengandalkan metode controlled landfill sebagai upaya mengurangi dampak pencemaran sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Setiap harinya, TPA Cibeureum menerima sekitar 43 ton sampah yang diangkut menggunakan sembilan armada, terdiri atas dump truck dan truk amrol.
Sampah berasal dari berbagai wilayah di Kota Banjar, baik yang telah dipilah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) maupun sampah rumah tangga yang masih tercampur.
Dalam penerapannya, sistem controlled landfill dilakukan dengan menimbun sampah pada area aktif, kemudian diratakan dan dipadatkan menggunakan alat berat. Setelah itu, timbunan sampah ditutup lapisan tanah secara berkala setiap tiga hingga lima hari.
Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi bau, menekan perkembangan lalat dan hama, serta mengendalikan emisi gas metana.
Selain itu, TPA Cibeureum juga dilengkapi saluran penampung air lindi dan ventilasi gas yang berfungsi meminimalkan potensi pencemaran terhadap lingkungan sekitar.
Baca Juga :Kepala Dusun Eris Rismaya Perkuat Solidaritas Warga, Warungbuah Torehkan Prestasi Satkamling
Kepala DLH Kota Banjar, Drs. H. Asep Tatang Iskandar, M.Si., melalui Kepala UPTD TPA Cibeureum, Wawan Setiawan, ST., MM, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi dan revitalisasi fasilitas guna meningkatkan kualitas layanan pengelolaan sampah.
“Saat ini kami menerapkan metode controlled landfill yang jauh lebih baik dibandingkan sistem pembuangan terbuka. Sampah ditata, dipadatkan, dan ditutup tanah secara berkala sehingga dampak terhadap lingkungan dapat ditekan. Kami juga terus melakukan pembenahan fasilitas agar pengelolaan sampah berjalan optimal,” ujar Wawan saat ditemui di TPA Cibeureum, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya pengelolaan di lokasi TPA, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Pasalnya, sebagian besar sampah yang masuk masih bercampur sehingga membutuhkan proses penanganan lebih panjang.
“Banjar memang kota kecil, tetapi persoalan sampah membutuhkan perhatian bersama. Kami berharap masyarakat mulai membiasakan memilah sampah dari sumbernya. Semakin banyak sampah yang dipilah, semakin efektif pengelolaannya dan semakin kecil volume sampah yang harus ditimbun di TPA,” katanya.
Untuk mendukung operasional, TPA Cibeureum telah dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari pos jaga, rumah jaga, mushola, tempat pencucian kendaraan, jembatan timbang, workshop, hanggar alat berat, ruang penyimpanan limbah B3, fasilitas komposting, budidaya maggot, menara pantau, kantor operasional, instalasi pengolahan air lindi (IPAL) dengan biofilter, hingga kawasan ruang terbuka hijau.
Dengan pengelolaan yang semakin modern, kondisi TPA Cibeureum kini terlihat lebih tertata, bersih, dan minim bau.
“Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Banjar, petugas lapangan, serta dukungan masyarakat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































