BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Hajat Bumi Sadulur Sumanding Wetan 2026 sukses digelar dan menyedot antusiasme masyarakat.
Selama tiga hari tiga malam, mulai 2 hingga 5 Juli 2026, kawasan Sumanding Wetan RW 22, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, dipadati ribuan pengunjung dan pegiat seni budaya dari berbagai daerah yang hadir untuk merayakan tradisi sekaligus mempererat tali persaudaraan.
Mengusung semangat pelestarian budaya dan rasa syukur menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram, kegiatan diawali dengan tawasulan yang dilanjutkan berbagai pertunjukan seni tradisional.
Beragam atraksi budaya yang ditampilkan menciptakan suasana penuh kebersamaan sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi komunitas seni lintas daerah.
Ketua Panitia Hajat Bumi Sadulur Sumanding Wetan, Muhamad Syarif Nur Hidayatullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi masyarakat, pemerintah, serta komunitas budaya menjadi kunci sukses pelaksanaan acara.
Baca Juga :Semarak Hari Bhayangkara ke-80, 1.100 Pelari Ramaikan Banjar Setia City Run 5K
“Alhamdulillah Hajat Bumi Sadulur Sumanding Wetan tahun ini berjalan lancar, aman, dan sukses. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Kehadiran para budayawan dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa semangat menjaga budaya dan mempererat persaudaraan masih sangat kuat,” ujar Syarif, Minggu (5/7/2026).

Sebanyak 60 komunitas dan paguyuban seni budaya ambil bagian dalam perhelatan ini dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.000 orang.
Mereka datang dari berbagai wilayah, di antaranya Cilacap, Kroya, Tegal, Brebes, Yogyakarta, Dieng Wonosobo, Garut, Sumedang, Cirebon, Tasikmalaya, Mojokerto, Kuningan, Majalengka, Kabupaten Bandung, Ciamis, Pangandaran, hingga sejumlah daerah lainnya.
Kehadiran peserta dari berbagai provinsi tersebut menjadikan Hajat Bumi sebagai ajang temu budaya yang memperkuat jaringan antarkomunitas.
Tak hanya berdampak pada pelestarian tradisi, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Panitia menyediakan 20 stan UMKM yang diisi pelaku usaha lokal dengan aneka produk kuliner, kerajinan, dan produk unggulan lainnya. Tingginya jumlah pengunjung selama acara berlangsung
turut meningkatkan omzet para pedagang.
Lurah Mekarsari, Asep Intan, menilai Hajat Bumi telah berkembang menjadi agenda budaya yang membanggakan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hajat Bumi ini bukan hanya menjadi kebanggaan warga Mekarsari, tetapi juga menjadi aset budaya Kota Banjar. Kami berharap kegiatan ini terus dilestarikan karena mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian melalui UMKM,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dewi Kurniasih.
Ia menyebut Hajat Bumi Sadulur Sumanding Wetan sebagai contoh sinergi yang baik antara masyarakat, komunitas budaya, dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya daerah.
“Kami mengapresiasi Komunitas Purbasaka Sunda dan seluruh masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik. Pemerintah akan terus mendukung kegiatan budaya seperti ini karena menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Banjar,” papar Dewi. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































