BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Sosok Tatang Mugiyana, S.Pd dikenal sebagai pendidik yang tidak hanya mengabdikan diri di dunia pendidikan, tetapi juga aktif melestarikan seni dan budaya Sunda melalui karya-karya lagu ciptaannya.
Pria kelahiran Ciamis, 15 Maret 1976 itu kini mengemban amanah sebagai Kepala UPTD SDN 3 Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.
Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya tersebut memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan dan organisasi kemasyarakatan.
Selain kepala sekolah, Tatang juga dipercaya sebagai Pimpinan Lingkung Seni CALISTUNG serta Ketua RAPI Lokal 2 Banjar. Dari berbagai peran itu, ia berupaya memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, kebudayaan, dan pelayanan sosial kepada masyarakat.
Di bidang seni, Tatang telah melahirkan sejumlah lagu pop Sunda yang mengangkat identitas daerah. Lagu berjudul “Neglasari” diciptakannya pada 2022 sebagai bentuk kecintaan terhadap kampung halamannya. Kemudian pada 2024 ia menciptakan lagu “Ciciren Banjar”, disusul lagu “KDM Bapa Aing” pada 2025.
Baca Juga :Perkuat Sinergi di Hari Bhayangkara ke 80, Polres Banjar Gelar Olahraga Bersama dan Fun Game
Lagu “Ciciren Banjar” menjadi salah satu karya yang mendapat apresiasi luas. Melalui lagu tersebut, Tatang memperkenalkan berbagai ciri khas Kota Banjar sekaligus mengajak masyarakat untuk mencintai budaya dan daerahnya sendiri.
Karya tersebut dinilai menjadi media yang efektif dalam memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Atas dedikasinya tersebut, Tatang menerima penghargaan dari Walikota Banjar, Ir. H. Sudarsono. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam menciptakan karya seni yang dinilai berperan penting dalam melestarikan kekayaan seni dan budaya daerah Kota Banjar.
Tatang mengatakan bahwa setiap lagu yang ia ciptakan lahir dari kecintaan terhadap tanah kelahiran dan keinginannya agar budaya Sunda tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, musik menjadi salah satu media yang mampu menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.
“Saya ingin karya-karya yang saya ciptakan bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi dan pengingat agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mencintai budaya Sunda serta bangga terhadap Kota Banjar,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Ke depan, Tatang berharap dapat terus berkarya dan melahirkan lagu-lagu bertema pendidikan, budaya, dan kearifan lokal. Ia meyakini bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan seni budaya merupakan langkah penting untuk membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga warisan budaya daerah agar tetap lestari sepanjang masa. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































