Setelah melakukan penyisiran di sekitar titik korban tenggelam, petugas berhasil menemukan korban di dasar sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Seorang remaja bernama Riki Andita Aprillian (16) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Citanduy, tepatnya di RT 15 RW 04 Dusun Karangpucung Kulon, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (24/6/2026) siang.

Korban diketahui merupakan siswa yang baru lulus dari SMP Negeri 5 Kota Banjar. Riki adalah anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Aca Tarsa dan Nurjanah, warga Dusun Cijambu RT 002 RW 001, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar.

Peristiwa nahas tersebut bermula ketika korban bersama lima orang temannya datang ke Sungai Citanduy untuk berenang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka sempat beberapa kali berenang menyeberangi sungai secara bolak-balik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, melalui Kepala Seksi Darurat dan Logistik (Kasi Darlog) BPBD Kota Banjar, Yudi Andiana, menjelaskan korban diduga mengalami kelelahan saat mencoba melintasi bagian sungai yang memiliki kedalaman sekitar empat meter.

Baca Juga :Diduga Terkait Kerja Sama Dapur MBG, Empat Warga Tasikmalaya Mengaku Rugi Ratusan Juta Rupiah

“Korban diduga kehabisan tenaga saat berenang melintasi sungai yang cukup dalam sehingga tidak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam sekitar pukul 13.30 WIB,” jelasnya.

Insiden tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pemancing yang berada di sekitar lokasi kejadian. Melihat korban tenggelam, saksi langsung berteriak meminta bantuan warga yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kota Banjar.

Mendapat laporan dari masyarakat, tim penyelamat BPBD Kota Banjar bersama PMI, Jabar Bergerak, TNI/Polri, dan Tagana segera menuju lokasi dan melakukan pencarian. Setelah melakukan penyisiran di sekitar titik korban tenggelam, petugas berhasil menemukan korban di dasar sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Kami berhasil mengevakuasi pada pukul 14.15 WIB. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka,” ujar Yudi.

Sementara itu, pihak BPBD Kota Banjar mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak. Selain itu, warga dan remaja diminta tidak berenang di lokasi tersebut karena aliran Sungai Citanduy di kawasan itu tergolong rawan dan sebelumnya pernah terjadi kejadian serupa yang merenggut nyawa dua pelajar. (Hermanto/PasundanNews.com)