Angkat Kisah Ki Banteng Loreng, Seniman Banjar Tampil Memikat di Festival Seni Jawa Barat 2026. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Cerita rakyat Ki Banteng Loreng menjadi andalan Kota Banjar dalam Festival Kreasi Pergelaran Seni Tingkat Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Dago, Bandung, Selasa (9/6/2026).

Penampilan yang melibatkan sejumlah komunitas seni dari Banjar itu berhasil menarik perhatian penonton melalui sajian pertunjukan yang kaya unsur budaya lokal.

Kolaborasi antara Sanggar Seni Putra Dangiang Pasundan, Sanggar Seni Lokahita, dan Paguyuban Seniman Banjar menghadirkan sebuah pertunjukan kolosal yang mengangkat kisah Ki Banteng Loreng, sosok legendaris yang dikenal sebagai pelindung masyarakat di wilayah Desa Cibeureum, Kota Banjar.

Tokoh yang memiliki nama asli Kyai Kholeludin atau Eyang Jaga Lama tersebut dikenang sebagai figur bijaksana, dermawan, serta memiliki keahlian dalam pembuatan senjata.

Cerita legenda tersebut disajikan melalui perpaduan drama tari, teater tradisional, dan musik etnik yang dikemas secara atraktif.

Berbagai nuansa emosi, mulai dari haru, bahagia, hingga ketegangan, berhasil dihadirkan dalam setiap adegan sehingga membuat penonton larut dalam alur cerita yang ditampilkan.

Pimpinan Sanggar Putra Dangiang Pasundan, Moch. Septian Martin Budiarjo, dipercaya menggarap musik pengiring pertunjukan.

Ia mengombinasikan instrumen tradisional dengan sentuhan musik modern guna memperkuat suasana pertunjukan tanpa menghilangkan identitas budaya daerah.

Baca Juga :JSE 2026 Ditutup, PWI Keluar sebagai Juara Umum dalam Ajang Olahraga Antarjurnalis Ciamis

“Kami ingin menghadirkan komposisi musik yang mampu mendukung cerita sekaligus tetap mencerminkan kekayaan budaya Banjar. Sentuhan modern hanya sebagai pelengkap agar pertunjukan lebih dinamis,” ujarnya.

Sementara itu, aspek dramatik dan koreografi digarap oleh Sanggar Seni Lokahita yang dipimpin Kuntara.

Melalui konsep artistik yang matang, perjalanan hidup Ki Banteng Loreng dapat tersampaikan secara jelas dan menarik kepada penonton yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Fasilitator Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dewi Kurniasih, menilai keikutsertaan para seniman muda dalam festival tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya daerah ke tingkat yang lebih luas.

“Ajang ini menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni sekaligus sarana promosi budaya Kota Banjar kepada masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Koordinator kegiatan, Asep Rohidin, menambahkan bahwa partisipasi Kota Banjar dalam festival tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal agar tetap dikenal generasi muda.

“Kisah-kisah yang hidup di tengah masyarakat perlu terus diangkat melalui berbagai media kesenian agar nilai sejarah, keteladanan, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya tidak hilang ditelan zaman,” jelas Dewi.

Penampilan perwakilan Kota Banjar mendapat apresiasi dari penonton yang hadir.

Baca Juga :Kado Istimewa Jelang Hari Jadi ke-384, Pemkab Ciamis kembali Raih WTP dari BPK RI

Ia menuturkan, bahwa melalui kolaborasi lintas komunitas seni, legenda Ki Banteng Loreng berhasil dihidupkan kembali dalam bentuk pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pemahaman tentang sejarah dan budaya daerah.

Festival Kreasi Pergelaran Seni Jawa Barat 2026 sendiri diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat.

Kegiatan ini diikuti oleh 27 kabupaten dan kota yang masing-masing menampilkan cerita sejarah, legenda, maupun mitos yang menjadi ciri khas daerahnya.

Rangkaian festival berlangsung sejak 7 April hingga 24 November 2026 sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah.

Adapun peserta yang berhasil masuk delapan besar akan diumumkan oleh dewan juri pada Desember 2026 mendatang.(HermantoPasundanNews.com).