BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis terus mengintensifkan berbagai upaya untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.
Salah satu langkah yang kini digalakkan yakni pelayanan langsung ke kawasan perumahan untuk mendistribusikan sekaligus memperbarui data Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2.
Program jemput bola tersebut dilakukan guna memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan perpajakan tanpa harus datang ke kantor pelayanan.
Sasaran utamanya adalah warga kompleks perumahan yang dinilai memiliki aktivitas tinggi dan keterbatasan waktu.
Kepala Bidang Pelayanan dan Penetapan Bapenda Ciamis, M Faisal Ronal mengatakan, pelayanan langsung ke lingkungan warga bukan hanya sebatas penyerahan SPPT tahunan.
Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi momentum untuk memperbarui data objek maupun subjek pajak agar lebih akurat.
Baca Juga :Razia Serentak di Lapas Banjar, Aparat Temukan Ponsel dan Peralatan Listrik Ilegal
“Kami ingin memastikan SPPT benar-benar diterima wajib pajak. Selain itu, masyarakat juga bisa langsung mengurus perubahan data, seperti mutasi maupun balik nama kepemilikan tanpa proses yang rumit,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, validitas data perpajakan memiliki pengaruh besar terhadap optimalisasi penerimaan daerah.
Dengan pembaruan data yang dilakukan secara berkala, potensi piutang pajak dapat ditekan sehingga realisasi penerimaan PBB-P2 bisa lebih maksimal.
Bapenda juga mencatat adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak setelah layanan jemput bola diterapkan.
Warga dinilai lebih mudah memperoleh informasi terkait administrasi maupun tunggakan pajak secara langsung.
Selain mempercepat distribusi SPPT, petugas juga membuka layanan konsultasi di lokasi perumahan.
Masyarakat dapat menanyakan berbagai persoalan administrasi perpajakan, termasuk kendala pembayaran hingga proses perubahan data kepemilikan bangunan.
“Melalui strategi ini, Bapenda Ciamis berharap pengelolaan pajak daerah menjadi lebih efektif sekaligus mampu mendorong peningkatan PAD pada tahun 2026,” tandas Faisal. (Hendri/PasundanNews.com)



















































