BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Ciamis mulai mengevaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026 sebagai langkah mengoptimalkan penerimaan hingga akhir tahun.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama seluruh organisasi perangkat daerah pengelola PAD, Kamis (9/7/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, H. Andang Firman Triyadi, mengatakan PAD menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur tingkat kemandirian fiskal daerah.
Sumber PAD berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.
Ia mengungkapkan, target PAD Kabupaten Ciamis pada 2026 ditetapkan sebesar Rp376,31 miliar. Hingga 30 Juni 2026, realisasi telah mencapai Rp183,34 miliar atau 48,72 persen dari target.
“Sementara prognosis hingga akhir tahun diperkirakan mencapai Rp374,60 miliar,” ujarnya.
Berdasarkan rinciannya, penerimaan dari sektor pajak daerah telah mencapai Rp73,10 miliar atau 50,20 persen dari target sebesar Rp145,62 miliar.
Baca Juga :BKPSDM Banjar Tegaskan Rotasi ASN Berjalan sesuai Aturan, Bantah Isu Adanya ‘Tim Bayangan
Sementara retribusi daerah terealisasi Rp104,37 miliar atau 47,19 persen dari target Rp221,16 miliar.
“Adapun pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencatat realisasi Rp3,14 miliar atau 65,58 persen dari target Rp4,79 miliar,” jelas H. Andang.
Sedangkan kategori lain-lain PAD yang sah telah mencapai Rp2,71 miliar atau 57,33 persen dari target Rp4,73 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Kabupaten Ciamis, Fikriansyah, menegaskan keberhasilan peningkatan PAD tidak hanya menjadi tanggung jawab Bapenda, tetapi memerlukan dukungan seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.
“Melalui rapat koordinasi ini kami ingin menyusun langkah-langkah strategis yang menjadi komitmen bersama dalam memperkuat dan mengoptimalkan penerimaan PAD Kabupaten Ciamis,” katanya.
Menurut Fikriansyah, evaluasi semester pertama difokuskan pada identifikasi penyebab belum optimalnya capaian PAD, menelaah kinerja masing-masing perangkat daerah pengelola pendapatan, memetakan berbagai kendala di lapangan, serta menyusun strategi percepatan penerimaan pada semester kedua.
Ia berharap forum tersebut mampu memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam meningkatkan penerimaan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak maupun retribusi, peningkatan kepatuhan wajib pajak, pemanfaatan layanan digital, hingga penguatan sistem pengawasan pemungutan PAD.
Selain itu, Bapenda juga telah menyiapkan sejumlah strategi peningkatan pendapatan daerah, di antaranya memperkuat kolaborasi antarinstansi, mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, meningkatkan kinerja BUMD dan BLUD, mengembangkan sektor ekonomi serta pariwisata.
“Serta meningkatkan kapasitas aparatur pengelola PAD, memperluas digitalisasi layanan, mengoptimalkan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah, hingga memberikan relaksasi dan insentif pajak untuk mendukung iklim investasi di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (Hendri/PasundanNews.com)



















































