BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Suasana Graha Banjar Idaman (GBI), Kota Banjar, berubah menjadi lautan biru saat ribuan bobotoh berkumpul untuk menyaksikan laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan nonton bareng yang mengusung semangat damai ini berlangsung meriah tanpa mengesampingkan nilai persaudaraan.
Sejak awal acara, atmosfer sudah terasa hidup. Dentingan musik metal yang menggelegar dari atas panggung sukses membakar antusiasme penonton.
Alunan gitar distorsi dan hentakan drum cepat dipadukan dengan penampilan sejumlah talent, membuat suasana semakin panas bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Acara bertajuk “Nobar Damai Persija vs Persib” ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Agama Kota Banjar bersama Viking Banjar Patroman dan GP Ansor Kota Banjar.
Sekitar seribu suporter hadir, didominasi bobotoh yang mengenakan atribut khas Persib.
Baca Juga :PMII Banjar Kritik Tiket Nobar Kemenag, Minta Fungsi Pelayanan Publik Dikembalikan
Memasuki jalannya pertandingan, euforia semakin memuncak. Sorak sorai, nyanyian dukungan, hingga teriakan kompak menggema di seluruh ruangan.
Setiap peluang yang tercipta di lapangan langsung disambut reaksi spontan para penonton yang larut dalam ketegangan dan semangat.
Menariknya, di tengah rivalitas klasik dua tim besar tersebut, suasana tetap berjalan tertib dan penuh keakraban.
Para suporter tampak menikmati momen bersama tanpa adanya gesekan. Mereka saling berinteraksi, bercanda, dan menjaga suasana tetap kondusif.
Sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Wali Kota Banjar H. Supriana, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, serta Sekretaris Daerah Soni Harison.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap terciptanya kegiatan publik yang aman dan harmonis.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana mempererat hubungan antar masyarakat, bukan sebaliknya.
“Momentum seperti ini menunjukkan bahwa perbedaan dukungan tidak harus berujung konflik. Justru bisa menjadi ruang memperkuat kebersamaan,” ungkapnya.
Laga panas tersebut akhirnya dimenangkan Persib Bandung dengan skor tipis 2-1. Kemenangan itu disambut gegap gempita oleh para bobotoh.
Nyanyian kemenangan menggema, bendera dikibarkan, dan para suporter saling berpelukan merayakan hasil pertandingan.
Melalui kegiatan ini, Kota Banjar kembali menunjukkan bahwa rivalitas sepak bola dapat dikemas secara positif.
Dukungan terhadap tim kebanggaan tetap bisa berjalan seiring dengan semangat damai dan saling menghormati. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































