BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Sebuah karya musik yang lahir dari dalam Lapas Kelas IIB Ciamis berhasil menembus perhatian publik hingga tingkat nasional.

Lagu ciptaan warga binaan bahkan diganjar penghargaan Rekor Indonesia setelah dibawakan oleh sejumlah musisi ternama Tanah Air.

Pengakuan tersebut mencuat dalam rangkaian pra peluncuran album musik hasil karya warga binaan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ruang pemasyarakatan juga mampu melahirkan kreativitas bernilai tinggi, salah satunya melalui karya Kang Udin atau Judin, narapidana yang aktif menciptakan lagu selama menjalani masa pembinaan.

Rencananya, agenda puncak akan dihadiri Staf Ahli Presiden RI bidang politik dan keamanan, Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip Kadi, SE, MM, MSI.

Sementara penghargaan Rekor Indonesia dijadwalkan diserahkan langsung oleh Vice President Rekor Indonesia, Viktor Pudjiadi, disaksikan sejumlah pejabat, termasuk Kepala BNNP Jawa Barat dan perwakilan Polda Jabar.

Kemeriahan acara turut diwarnai kehadiran sejumlah musisi, di antaranya penyanyi Sunda Ade Astrid dan Abiel Jatnika yang tampil langsung di hadapan warga binaan.

Keduanya juga berkesempatan bertemu dengan pencipta lagu serta para penghuni lapas lainnya sebagai bentuk dukungan moral.

Ade Astrid mengaku kehadirannya merupakan bentuk apresiasi terhadap kreativitas warga binaan. Ia bahkan menegaskan bahwa partisipasinya dilakukan tanpa imbalan.

Baca Juga :Petani Cisaga Unjuk Karya di ProKlim Cinyenang, Tampilkan Ragam Komoditas Unggulan

“Saya senang bisa hadir dan bertemu langsung dengan Kang Udin sebagai pencipta lagu. Kami datang murni untuk memberi semangat agar mereka terus berkarya,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Selain mereka, sejumlah nama besar seperti Charly Van Houten, Andika Kangen Band, Yayan Jatnika, Ujang Darso, Jefri Jatnika, Nazmi Nadia, hingga Amora Band juga ikut membawakan lagu hasil karya warga binaan.

Kolaborasi inilah yang mengantarkan Lapas Ciamis meraih penghargaan Original Rekor Indonesia.

Capaian tersebut menjadi penegasan bahwa kreativitas tidak terhalang oleh batas ruang. Karya dari dalam lapas pun mampu menembus industri musik nasional dan mendapatkan pengakuan luas.

Pihak Lapas Ciamis menilai program pembinaan berbasis seni, khususnya musik, menjadi sarana efektif dalam membangun mental, harapan, serta produktivitas warga binaan.

Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan potensi diri.

Momentum ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap warga binaan.

Di tengah keterbatasan, mereka tetap memiliki peluang untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif melalui seni.

Dalam kesempatan tersebut, Ade Astrid juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-51 kepada Kepala Lapas Ciamis, Supriyanto, seraya mendoakan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas. (Herdi/PasundanNews.com)