BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kepedulian terhadap sesama terus diwujudkan oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Ciamis–Panyingkiran melalui aksi sosial berkelanjutan di luar program resmi pemerintah.
Secara mandiri, SPPG Panyingkiran menyalurkan bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi warga lanjut usia dan jompo yang berada di sekitar wilayah operasional dapur SPPG.
Program ini menyasar para lansia yang membutuhkan perhatian khusus akibat keterbatasan kondisi ekonomi dan fisik.
Owner SPPG Kecamatan Ciamis–Panyingkiran, Robi Tamzil, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai keberadaan sejumlah lansia yang memerlukan bantuan pangan.
Tersentuh oleh kondisi itu, Robi bersama para mitra sepakat mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan makanan secara rutin, meskipun tidak termasuk dalam program atau anggaran pemerintah.
“Awalnya ada laporan dari warga terkait lansia yang sangat membutuhkan bantuan. Walaupun ini bukan bagian dari program resmi, kami bersama mitra berinisiatif untuk membantu sebagai bentuk kepedulian sosial,” ujar Robi, Selasa (20/1/2026).
Ia menegaskan, seluruh bantuan tersebut bersumber dari donasi internal SPPG dan para mitra. Penyaluran dilakukan secara konsisten setiap hari tanpa jeda, termasuk pada hari libur.
Baca Juga :Kisah Pilu Siti Aulia, Siswi Berprestasi di Pangandaran yang Berjuang di Tengah Keterbatasan
“Penyalurannya setiap hari tanpa libur. Ini kami anggap sebagai tanggung jawab moral untuk saling membantu sesama, terutama mereka yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Saat ini, lebih dari 12 warga lansia dan jompo di Desa Panyingkiran tercatat rutin menerima manfaat dari program sosial tersebut.
Robi juga menyatakan kesiapan pihaknya apabila jumlah penerima manfaat bertambah di kemudian hari.
Terkait menu makanan, Robi menjelaskan bahwa bantuan mandiri ini memiliki komposisi yang berbeda dengan menu MBG standar pemerintah.
Namun demikian, aspek kelayakan, keamanan, dan kandungan gizi tetap menjadi perhatian utama.
“Karena sifatnya mandiri, menunya memang tidak sama dengan standar MBG pemerintah. Meski begitu, kami pastikan makanan yang diberikan tetap aman, layak konsumsi, dan mencukupi kebutuhan gizi harian lansia,” jelasnya.
Melalui langkah sederhana namun konsisten ini, Robi berharap aksi sosial SPPG Panyingkiran dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk menumbuhkan empati dan kepedulian di lingkungan masing-masing.
“Mudah-mudahan siapa pun yang memiliki kemampuan bisa tergerak untuk berbagi. Mari bersama-sama membantu mereka yang benar-benar membutuhkan,” tutupnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































